Connect with us

HEADLINE

Pencopotan Gelar 17 Guru Besar Sempat Dibantah, Belakangan Diakui Rektor ULM

Diterbitkan

pada

Pimpinan Rektorat Universitas Lambung Mangkurat. Foto: dok.ULM

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN — Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Ahmad Alim Bachri angkat bicara soal pencopotan gelar 17 guru besar yang belum lama ini mencuat.

‎Sebelumnya, ULM mengkonfirmasi bahwa pihaknya belum menerima surat rekomendasi pembatalan gelar dari 16 guru besar.

‎Belakangan malah Rektor ULM mengakui pembatalan gelar guru besar tersebut setelah adanya pengecekan menggunakan Sistem Naskah Dinas Elektronik (Sinde).

Baca juga: Hadapi Fiskal Daerah 2026, Gubernur Kalsel: Atur Kembali Prioritas Anggaran

‎Dalam pengecekan tersebut, ULM menerima Surat Nomor 4159/A3/ΚΡ.03.05/2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains. dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia (RI) pada Senin (29/9/2025).

‎Dalam surat tersebut secara jelas memuat pembatalan kenaikan jabatan akademik/fungsional sebanyak 17 dosen ULM.

‎“ULM menghargai dan menghormati sepenuhnya keputusan Kemdiktisaintek RI terhadap pembatalan kenaikan jabatan akademik/fungsional 17 dosen ULM,” terang Rektor ULM dalam siaran pers, Jumat (3/10/2025).

Baca juga: Kenali Profesi Damkar, Satpol PP Damkar Kalsel Buka Ruang Edukasi Anak

‎Kendati demikian, dia menegaskan bahwa pembatalan sejumlah guru besar tersebut tidak mempengaruhi kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi maupun status Akreditasi ULM.

‎Lebih lanjut, pihaknya akan melakukan monitoring, pendampingan, hingga supervisi berkala terkait kendala-kendala beberapa dosen yang bersangkutan agar bisa terus berkarya dan melakukan perbaikan di waktu mendatang.

‎“Kami melakukannya supaya dapat mengajukan kembali kenaikan jabatan akademik/fungsional dosen sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,“ jelas Ahmad Alim Bachri.

Baca juga: Kabar Pencopotan Guru Besar, Presma ULM: ULM Harus Selalu Terbuka

‎Selain itu, ULM akan selalu melakukan pembenahan, perbaikan dan penguatan transformasi nilai-nilai tata kelola perguruan tinggi yang baik sesuai prinsip-prinsip good university governance.

‎Rektor ULM mengajak sinergisitas dan kolaborasi seluruh pihak agar sama-sama menjaga dan memperkuat kepercayaan publik dengan perbaikan, penguatan integritas, transparansi, akuntabilitas, serta penguatan Tridharma Perguruan Tinggi secara berkelanjutan.

‎“Kami melakukannya sesuai komitmen integritas, akuntabilitas, transparansi dan keadilan sehingga hasilnya akan berdampak pada kemajuan bangsa dan negara,” pungkas Ahmad Alim Bachri. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

‎Reporter: fahmi
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca