Pemprov Kalsel
Hadapi Fiskal Daerah 2026, Gubernur Kalsel: Atur Kembali Prioritas Anggaran
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait penyusunan strategi dan kebijakan fiskal daerah yang efektif dan berkelanjutan.
FGD ini dihadiri langsung Gubernur Kalsel, H Muhidin bersama para Bupati/Wali Kota se-Kalsel.
Gubernur Muhidin menyampaikan bahwa forum ini digelar sebagai upaya menyikapi kondisi penurunan transfer pusat ke daerah (TKD) yang mencapai hampir 50 persen.
Menurut Muhidin, situasi ini memerlukan strategi bersama agar pembangunan tetap berjalan, meskipun dengan anggaran yang lebih terbatas.
Baca juga: Kenali Profesi Damkar, Satpol PP Damkar Kalsel Buka Ruang Edukasi Anak
“Memang ada pengurangan cukup besar dari pusat. Beberapa Kabupaten/Kota terkena dampaknya, seperti Tanah Bumbu hingga 49 persen, sementara yang paling rendah di Hulu Sungai Tengah sekitar 11 persen. Untuk itu kita harus mengatur kembali prioritas anggaran yang ada,” kata H Muhidin, Kamis (2/10/2025) siang.
Ia menekankan agar pemerintah daerah mampu menyesuaikan program pembangunan, khususnya dengan lebih memprioritaskan kegiatan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.
“Pekerjaan yang penting, yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, itu yang didahulukan. Kalau ada pembangunan yang bisa ditunda, sebaiknya diatur kembali agar anggaran tetap terkendali,” jelasnya.
Gubernur Kalsel menegaskan bahwa meskipun terjadi penurunan dana transfer, Pemerintah Provinsi Kalsel tidak akan menaikkan pajak daerah. Sebaliknya, pemerintah tetap berkomitmen memberikan insentif serta menjaga beban masyarakat agar tidak semakin berat.
Baca juga: Provinsi dan 13 Kabupaten Kota se Kalsel ‘Kehilangan’ Triliunan Dana TKD
“Kita pastikan meskipun ada pengurangan dari pusat, pajak tidak akan dinaikkan. Masyarakat jangan sampai terbebani. Pemerintah hadir untuk menjaga kesejahteraan mereka, agar masyarakat tetap tenang dan kita pun bisa bekerja dengan nyaman,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur H Muhidin menilai FGD ini menjadi forum penting untuk merumuskan strategi fiskal yang efektif, realistis, dan berkelanjutan. Dengan adanya koordinasi lintas daerah, ia berharap kebijakan yang diambil dapat menjaga stabilitas pembangunan di Kalsel.
“FGD ini menjadi wadah untuk menyatukan pandangan. Kita ingin agar kebijakan fiskal daerah bisa lebih adaptif, tetap berkeadilan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: kk
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluCuaca Kalsel Diprakirakan Masih Cerah, Suhu Udara Capai 36 Derajat Celcius
-
HEADLINE3 hari yang laluSanksi Karhutla, Lima Izin Konsesi Perusahaan di Kalteng-Kalsel-Kalbar Dicabut
-
HEADLINE3 hari yang laluPenyelam Basarnas Berupaya Masuk Kapal Virgo, Kompartemen Bawah Paling Sulit dan Berbahaya
-
HEADLINE1 hari yang laluBerulang Keluar Masuk SPBU, Temuan Satgas BBM HSU di Lapangan
-
Kabupaten Pulang Pisau3 hari yang laluHabitat Terganggu, Urang Utan Dievakuasi dari Kawasan Tumbang Nusa
-
HEADLINE2 hari yang laluTim Penyelam Temukan Penumpang Terjebak di Dalam Kamar Kapal Virgo


