Kabupaten Tanah Laut
Tercebur di Pelabuhan PT WPR Desa Swarangan, Pekerja Pengawas Hauling Ditemukan Meninggal
KANALKALIMANTAN.COM, PELAIHARI – Seorang pekerja pengawas hauling di pelabuhan PT WPR Desa Swarangan, Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan ditemukan tak bernyawa setelah dikabarkan tenggelam ke laut sejak Senin (22/1/2024).
Pekerja bernama Racmat (43) warga Sungai Kuncang Kota Samarinda Kalimantan Timur itu dilaporkan tercebur dari pelabuhan saat bekerja.
Kepala Kantor Pencarian dan pertolongan Banjarmasin (Basarnas), Al Amrad mengatakan, jasad korban berhasil ditemukan pada Selasa (23/1/2024) sekitar pukul 13.40 Wita oleh tim SAR gabungan.
Baca juga: Sidang Kasus TPPU Narkotika Lian Silas: Saksi 69 Kali Transfer Uang Atas Perintah Fredy Pratama
“Korban atas nama Racmat bin Pegimin (43) berhasil ditemukan pada titik koordinat 3°59’48.00″S – 115° 3’16.00″E dengan jarak kurang lebih 8,64 NM dari LKP dalam keadaan Meninggal dunia,” ujar Al Amrad, Selasa (23/1/2024) sore.
Dijelaskannya, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian sejak Senin pagi setelah menerima laporan dari security pelabuhan yang melihat seorang pekerja tercebur ke laut saat sedang bekerja.
“Kejadian bermula pada Senin pukul 05.00 Wita, security pelabuhan mengatakan bahwa ia melihat ada pekerja pengawas hauling pelabuhan yang tercebur ke laut saat sedang bekerja,” kata Al Amrad.
Baca juga: Baru Dua Bulan Bebas, Residivis Curanmor 19 Tahun Kembali Ditangkap Polisi
Basarnas Banjarmasin kemudian menurunkan satu tim untuk menyisir ke area sekitar titik terakhir perkiraan korban tenggelam.
Pencarian hari pertama dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet dan alat pendeteksi korban bawah air atau aqua eye.
“Namun pencarian di hari pertama tersebut tak membuahkan hasil, lalu memasuki hari kedua Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian terhadap korban,” jelas dia.
Baca juga: Emak-emak Tukang Pijat di Kelayan Ditangkap Polisi Jualan Sabu
Kemudian sekitar pukul 07.00 Wita, sambung dia, Tim SAR gabungan kembali melaksanakan briefing membagi gar pencarian menjadi lebih efektif.
Sementara itu, OSC (Korlap) Basarnas Banjarmasin Teguh Prasetyo menjelaskan, proses pencarian dilakukan dengan mengacu kepada SAR MAP Prediction yang disesuaikan dengan menghitung kecepatan arus, kecepatan angin dan titik terakhir korban terjatuh.
“Lalu kita melakukan penyisiran sejauh 9 NM ke arah Tenggara, hingga pukul 13.40 Wita tim SAR berhasil menemukan korban,” sebut Korlap Basarnas Banjarmasin, Teguh Prasetyo.
Baca juga: Berkonsep Green Building, Pembangunan Masjid Negara IKN akan Rampung Akhir 2024
Setelah ditemukan, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Darrah H Boejasin Pelaihari untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.(Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter : wanda
Editor : bie
-
HEADLINE2 hari yang laluDinas ESDM Kalsel Digeledah Kejaksaan, TNI Berjaga Ketat
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluRespon Cepat Tangani Genangan, Wali Kota Lisa Cek Pekerjaan Drainase A Yani
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluPenguatan Kapasitas Pemangku Kepentingan di Sektor Kebinamargaan, PUPR Kalsel Gelar Sosialisasi Peraturan Bina Marga
-
HEADLINE2 hari yang laluPNS Dinas ESDM Kalsel Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Izin Pertambangan di Tabalong
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluKalsel Dukung Cetak Sawah 2026 Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
HEADLINE2 hari yang laluPNS Dinas ESDM Kalsel Disebut Terima Rp1,2 M dari Izin Tambang di Tabalong

