Kabupaten Balangan
99,43 Persen Penduduk Balangan Terlayani UHC Kepesertaan JKN KIS
KANALKALIMANTAN.COM, PARINGIN – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan dalam melindungi warganya dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hampir mencakup 100 persen.
Dari jumlah penduduk Kabupaten Balangan sekitar 132. 213 jiwa, sudah 99,43 persen penduduk Balangan terdaftar sebagai peserta JKN KIS (Kartu Indonesia Sehat).
Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Balangan Basnah mengatakan, hampir semua warga Balangan terlindungi JKN KIS dari program Universal Health Coverage (UHC) .
“Per 1 Mei 2023, sudah mencapai 99,43 persen dari total penduduk Balangan terdaftar JKN KIS,” sebut Basnah, Selasa (23/5/2023).
Baca juga: Panahan Sumbang Emas Pertama Kontingen Balangan di Popda Kalsel 2023
Kemudian lanjut Basnah, dari 99,43 persen terdapat 91,89 persen peserta JKN KIS yang aktif. Dari data tersbut tambahnya, JKN KIS tersentuh hingga ke pelosok desa terpencil di Balangan.
“Rata-rata warga di pelosok telah terdaftar JKN KIS yang dibantu melalui perangkat desa,” ucapnya.
Karena menurut Basnah, Kabupaten Balangan sudah UHC, karenanya warga Balangan bisa langsung mendaftarkan dan langsung aktif.
“Untuk warga Balangan yang belum terdaftar jadi peserta JKN KIS, bisa datang ke kantor BPJS Kesehatan Paringin atau mengirimkan NIK atau KK kepada kami nanti akan kami proses,” tandasnya. (Kanalkalimantan.com/mcbalangan/adv)
Reporter: adv
Editor: kk
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluDilantik Sebagai Ketua BPC HIPMI Banjar, Muhammad Zaini Fokus pada Pengaderan dan Pembinaan Anggota
-
PTAM INTAN BANJAR3 hari yang laluMeriahkan Hari Jadi Banjarbaru, PTAM Intan Banjar Promo Pasang Baru dan Aktifkan Kembali
-
HEADLINE1 hari yang laluMasyarakat Adat Kalimantan: Kami Tidak Mengakui Negara, Jika Negara Tidak Mengakui Kami
-
Budaya2 hari yang laluPerhelatan Tari Taman Budaya Kalsel Sambut Hari Tari Dunia 2026
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluBupati Banjar Rotasi Empat Pejabat, Berikut Nama-namanya
-
Bisnis1 hari yang laluTerus Naik, Investasi di Kalsel Mencapai Rp35 Triliun pada 2025






