Kota Banjarmasin
Asa Baru Hadirnya Jembatan Sei Alalak Baru
KANALKALIMANTAN.COM,BANJARMASIN – Jembatan penghubung masyarakat Banjarmasin-Barito Kuala (Batola) kini berdiri megah dan sudah bisa dilintasi warga.
Jembatan yang memiliki keunikan tersendiri itu begitu banyak menyita perhatian publik berentuk melengkung pertama dibangun di Indonesia.
Manfaat ganda pada infrastruktur tersebut tentu diharapkan akan membawa peningkatan segi ekonomi, selain fungsi utama sebagai penghubung lalulintas, tentunya potensi wisata diharapkan bisa tumbuh.
Harapan tersebut muncul dari warga yang tinggal di sekitar Jembatan Sei Alalak, setidaknya bisa membawa ke arah kesejahteraan masyarakat, seperti munculnya para pelaku usaha warung makan dan minum yang ada di sekitar kedua sisi jembatan.

Baca juga : Lanal Banjarmasin Gelar Operasi Servak Maritim di Desa Kuin Cerucuk
Salah satu pelaku usaha warung, Rahman (55), saat ditemui Kanalkalimantan.com mengaku sangat bersyukur akhirnya jembatan itu selesai dibangun dan kini bisa dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Alhamdulillah sudah bisa dilewati, adanya jembatan Alalak ini yang menjadi potensi tempat wisata baru di Banjarmasin, kami sebagai pelaku usaha menyambut dengan suka cita,” ujar Rahman.
Setidaknya bila ada kunjungan masyarakat khusunya warga Banjarmasin bisa mampir ke warung-warung warga sekitar jembatan. “Tentunya itu bisa meningkatkan perekomomian warga sekitar jembatan Alalak,” harap Rahman. (kanalkalimantan.com/seno)
Reporter : seno
Editor : kk
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
Kabupaten Banjar22 jam yang laluNaik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
-
HEADLINE3 hari yang laluUji Coba Mikrotrans Listrik Banjarmasin, Menuju Transportasi Umum Ramah Lingkungan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluMerubah Pola Penanganan Sampah di Banjarbaru: Rumah Tangga Awal Pemilahan Sampah
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluTingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Kegiatan Sertifikasi
-
HEADLINE23 jam yang laluMenilik SDK Ambatunin di Pedalaman Meratus: Ada Murid 20 Tahun, Bertahan dengan Keterbatasan





