Connect with us

HEADLINE

Waspada, Banjarbaru Peringkat Tertinggi Kasus Rabies!

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Selama dua tahun berturut-turun, Banjarbaru menempati posisi teratas kasus rabies dengan jumlah 37 temuan. Hewan penular terbesarnya ternyata bukan anjing.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Diterbitkan

pada

kasus Rabies di Banjarbaru menempati urutan pertama di Kalimantan Selatan. | Foto: Net
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sementara rabies tenang hewan cenderung menjadi penyendiri, bersembunyi di tempat gelap, takut cahaya, mulut selalu terbuka, air liur yang berlebihan, kejang, kelumpuhan dan kematian. “Jika melihat hewan dengan tanda-tanda seperti rabies ganas maupun rabies ringan sebaiknya jangan ditegur, apalagi digendung dan dikejuti. Karena hewan tersebut pasti akan menggigit manusia,” imbuh Bambang.

Rabies apabila sudah menunjukkan gejala klinis pada hewan dan manusia selalu diakhiri dengan kematian, angka kematian Case Fatality Rate (CFR) mencapai 100% dengan menyerang pada semua umur dan jenis kelamin.Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2016 kasus gigitan hewan tersangka rabies berdasarkan golongan umur tertinggi adalah usia 15-44 tahun sebanyak 73,3 persen, tertinggi kedua menyerang usia 5-14 tahun 20,8 persen dan usian lebih dari 45 tahun sebanyak 4,5 persen.

Karena bahaya kematian dan menyerang pada usia produktif maka rabies menjadi penyakit yang patut diwaspadai, lebih dari 55 ribu orang meninggal karena rabies setiap tahun dan sebagain besar terjadi di Asia dan Afrika dan 40 persen dari orang yang digigit hewan rabies adalah anak di bawah usia 15 tahun. Pencucian luka dan pemberian VAR (Vaksin Anti Rabies) dalam beberapa jam setelah kontak dengan hewan rabies dapat mencegah timbulnya rabies dan kematian.

Rabies ditularkan melalui gigitan, cakaran dan jilatan hewan penular rabies yang menderita rabies, virus rabies terdapat pada air liur hewan penular rabies. Penularan juga dapat terjadi saat air liur-kontak langsung dengan mukosa manusia atau air liur terkena luka kulit segar.



“Bahkan ada dokter yang meninggal karena terinveksi rabies saat menangani pasien rabies. BUkan karena digigit tapi air liur pasien yang terciprat ke mata sang dokter,” tegas Bambang.

Meski Rabies adalah penyakit dengan kematian tinggi tapi rabies juga dapat dicegah dengan vaksin. Strategi yang paling hemat biaya untuk mencegah rabies pada manusia adalah dengan menghilangkan rabies pada hewan penular rabies terutama anjing, kucing dan kera melalui vaksin. (desy)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Laman: 1 2

iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->