HEADLINE
Trauma Para Anak Yatim Korban Kekerasan Pengelola Panti Asuhan di Mentaos
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Para korban dugaan penganiayaan oleh pengelola panti asuhan Griya Yatim Dhuafa di Jalan Pangeran Suriansyah Ujung, Kelurahan Mentaos, Kota Banjarbaru dalam pendampingan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPMPPA) Kota Banjarbaru.
Langkah yang diambil DPPKBPMPPA Kota Banjarbaru memindahkan ke panti asuhan lain dan memantau psikologis seluruh anak yang menjadi korban penganiayaan tersebut.
Kepala DPPKBPMPPA Kota Banjarbaru, Sri Lailana mengatakan setelah pihaknya melakukan kunjungan ke tempat baru, para anak yatim korban penganiayaan sudah mulai menyesuaikan dengan tempat baru yg yang mereka tinggali.
“Alhamdulillah, anak-anak sudah mulai merasa nyaman dengan tempat baru,” ujarnya.
Baca juga: Manupi, Ngopi di Alam Sambil Kaki Berendam di Kolam
Disebutkan Sri Lailana pihaknya terus melakukan pendampingan guna menghilangkan trauma mereka yang didapat dari pengelola panti asuhan Griya Yatim Dhuafa.
Diungkapkannya, terkait pendidikan yang akan mereka terima, pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru.
“Sekolah memberikan kelonggaran, sambil menunggu pemulihan trauma si anak ini,” ungkapnya.

Kepala DPPKBPMPPA Kota Banjarbaru, Sri Lailan. foto: ibnu
Walaupun demikian kata Sri Lailana pihaknya masih menunggu perkembangan anak-anak yang menjadi korban dugaan penganiayaan ini, jika memungkinkan dalam beberapa hari kedepan anak-anak bisa langsung masuk sekolah.
Baca juga: Rumah Yatim di Mentaos Banjarbaru Berhenti Total, Pengelola Meringkuk di Penjara
Masih kata Sri Lailana, disinggung terkait salah satu anak yang tinggal bersama keluarganya, DPPKBPMPPA Kota Banjarbaru tetap melakukan pendampingan.
“Kami juga mencari informasi terhadap anak ini, selain trauma kabarnya anak ini menderita penyakit lain,” katanya.
Lebih jauh terkait penyakit yang diderita anak ini, DPKBPMPPA Kota Banjarbaru akan melakukan pemeriksaan terkait penyakit yang diderita anak ini, pihak panti baru tidak bisa menampung anak tersebut dengan alasan penyakit itu, sehingga anak ini untuk sementara kembali kepada keluarganya.
“Kita akan koordinasi dengan tenaga kesehatan, terkait penyakitnya itu,” tuntasnya.(Kanalkalimantan.com/ibnu)
Reporter : ibnu
Editor : bie
-
HEADLINE2 hari yang laluPTAM Intan Banjar-BPAM Banjarbakula Olah Air Baku Irigasi Riam Kanan
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluSudah 630 Hektare Lahan Terbakar, Pemkab Banjar Siapkan 150 Personel Gabungan
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluSiapkan Pembasahan 1.650 Hektare Gambut di Kalsel
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluBangkai Kapal Virgo Proses Pengangkatan, 53 Korban Belum Ditemukan
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluKades Pulau Kaladan Apresiasi Bantuan Pangan ke Warga Terdampak Karhutla
-
Kalimantan Tengah2 hari yang laluWarga Palangka Raya Terus Menerus Hirup Asap Pekat, Desak Status Bencana Nasional



