Connect with us

Kota Banjarmasin

Tak Mau Keributan di DPRD Kalsel Terulang, Ini Alasan Polisi Tolak Masuk Mahasiswa

Diterbitkan

pada

Demo mahasiswa di DPRD Kalsel tolak RUU KUHP. foto: mario
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARMASIN, Aksi demo mahasiswa di halaman DPRD Kalsel pada Kamis (26/9) siang, mengharuskan kepolisian menutup ruas jalan Lambung Mangkurat dan melakukan rekayasa lalu lintas.

Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Muji Ediyanto mengungkapkan, langkah ini diambil guna mencegah terjadinya kemacetan. “Penutupan jalan sudah direncanakan, karena setiap kegiatan penyampaian pendapat di muka umum ada pemberitahuan. Tentunya disiapkan rencana pengamanan,” kata Kombes Muji kepada Kanalkalimantan.com.

“Kita mem-backup Polresta Banjarmasin, tentunya kita lakukan alih arus dan tutup arus, dalam rangka untuk menghindari kemacetan agar masyarakat yang tidak terlibat aktivitas unjuk rasa agar tidak terjebak dalam kemacetan,” tegas Kombes Muji.

Penutupan jalan Lambung Mangkurat saat demo mahasiswa di DPRD Kalsel. foto; fikri

 



Penutupan ruas jalan Lambung Mangkurat sendiri dilakukan sejak pagi, dan dibuka kembali usai massa membubarkan diri. Dari pantauan Kanalkalimantan.com, usai massa membubarkan diri, ruas jalan Lambung Mangkurat kembali dibuka.

400 Personel Gabungan Diterjunkan

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Moch Rifai mengungkapkan, sedikitnya 400 personel gabungan dari Polda Kalsel, Polresta Banjarmasin, Polres Banjarbaru, Polres Banjar, Polres Batola dan Polres Tanah Laut, diterjunkan dalam pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa di Rumah Banjar.

“Gabungan yang terdekat,” kata Kombes Rifai. “Masing-masing Polres, dari Batola, Banjarbaru dan Banjar masing-masing kurang lebih 30 personel. Tanah Laut juga ada termasuk peralatannya,” tambahnya.

Disinggung adanya insiden dorong-dorongan yang sempat terjadi, Kombes Rifai mengakui, langkah mencegah para mahasiswa masuk ke Rumah Banjar demi keamanan. “Kan demi keamanan. Pernah terjadi saat kita masukkan ke gedung dewan, terjadi keributan di dalam. Kita tidak mau terulang lagi. Makanya kita minta perwakilan, tapi mereka mau semuanya masuk,” tegas Rifai. (fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->