Connect with us

Budaya

Rilis “Philosophia Manusia”, “Penembak Jitu” Rekam Wajah Banjarmasin Lewat Video Musik Monokrom

Diterbitkan

pada

Potongan video musik Philosophia Manusia. Foto : istimewa

BANJARMASIN, Grup musik lokal “Penembak Jitu”, baru saja merilis sebuah musik video pada 23 Juli 2019 lalu, bertajuk lagu Philoshopia Manusia. Di bawah rumah produksi Alemo Film musik video monokrom tersebut menampilkan wajah kota Banjarmasin dari berbagai sisi. Dari aliran sungai Martapura, lokasi hiburan, museum, pasar, hingga ragam manusia dari berbagai kelas dan masih banyak lagi ditampilkan di dalam video musik berdurasi 5 menit itu. Uniknya, di sepanjang video, patung The Thinker karya pematung asal Perancis Auguste Rodin menghiasi bingkai demi bingkai video setiap menitnya.
Sang sutradara, Munir Shadikin ternyata mempunyai ketertarikan tersendiri dengan patung The Thinker tersebut. Selain itu, ia juga ingin membuka wawasan penonton tentang khazanah kesenian dan estetika luar negeri. Di samping makna cerita yang ingin ia sampaikan juga sesuai. Banyak yang berbeda, ungkapnya, ketika ia kembali menapaki kakinya kembali ke Banjarmasin usai studi. Mulai dari wajah kota, kebijakan publik politisi, perilaku warga kota di jalanan, corak kesenian para seniman, pegangan dalam mencari penghidupan, dan masih banyak lainnya.

“Sejak itu pula dari ratusan atau mungkin ribuan pertanyaan, jawaban sementara, kritik, dan apapun itu yang pernah atau masih menggantung di pemikiran, saya mencoba untuk membagikannya dalam video musik ini,” terang pria berkacamata itu.

Perlu waktu satu bulan bagi tim produksi dan band untuk mendiskusikan ide video musik ini. Kemudian dilanjutkan dengan dua minggu perencanaan dan persiapan, hingga akhirnya waktu eksekusi. Saat semua telah siap, perlu memakan waktu hingga dua minggu lagi bagi Munir dan kawan-kawan untuk berkeliling dan merekam wajah kota Banjarmasin. Hal ini tidak tanpa kendala, ragam kesulitan dari mulai sponsor dan budget pun tidak lepas dari perhatian mereka. “Kendala di lapangan seperti tidak diberi izin, menghadapi preman, ditanya ini itu, bahkan mengambil gambar sembunyi-sembunyi,” bebernya.

Di dalam musik video tidak hanya ditampilkan versi kecil patung The Thinker. Namun Munir dan tim juga tidak tanggung-tanggung membuat The Thinker versi manusia. Meski harus diakui Munir sendiri bahwa tingkat akurasi The Thinker versi manusia itu masih sangat jauh diakibatkan kru yang kurang berpengalaman, tapi The Thinker versi manusia menambah dalam makna dan warna tersendiri di dalam video musik tersebut.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Munir, karya ini merupakan persembahkan untuk semua yang ingin berusaha membuat kota Banjarmasin menjadi lebih baik, semua yang muak dan ingin keluar, dan semua yang telah menemukan jalannya di kota Banjarmasin. “Ataupun semua yang masih mencarinya seperti saya. Karena saya yakin banyak yang perlu direnungkan kembali tentang Banjarmasin sebagai bagian dari perayaan kehidupan di dalamnya,” tuturnya.

Philoshopia Manusia merupakan salah satu dari rentetan lagu yang tergabung di dalam album Semantik yang diluncurkan 10 Februari lalu. Dengan gaya bahasa metafora sufistik, band yang sudah berdiri kurang lebih satu dekade ini mengajak  para pendengarnya untuk kembali mengenal hakikat diri dan menjadi ‘manusia’ terlebih dahulu, alih-alih berlanjut memikirkan hal-hal yang lebih kompleks lainnya.

Philoshopia Manusia merupakan lagu pertama Penembak Jitu yang mempunyai video musik. Dijelaskan lebih lanjut oleh Yulian Abdi, si penggebuk drum Penembak Jitu bahwa Philoshopia Manusia sendiri bercerita tentang manusia yang bersusah payah mengejar dunia, memenangkan tahta, dan mengkultuskan harta, yang kemudian proses memburamnya mata hati disebabkan oleh diri manusia itu sendiri. “Manusia telah berfilsafat, akan tetapi masih takut dengan wajah kematian,” ungkapnya.

Di dalam album Semantik, Jangan Hujat Hujan merupakan track yang banyak didengar. Namun saat ini Philosophia Manusia tengah lagi naik daun, di samping juga telah menjadii jadi top chart dua besar indie Indonesia dalam kategori DCDC dan pernah ditayangkan di salah satu acara siaran tv nasional. Hal inilah yang kemudian membuat Penembak Jitu sepakat untuk membuat video musik untuk lagu Philosophia Manusia.
Sebelumnya band yang terdiri dari Angga Djaya (vokal, rhytm gitar), Yulian Abdi (drum), Azed Zikri (lead gitar), dan Maulan Rifani (keyboard, synth) ini telah mendaulat single berjudul “Sendiri Bersandi”, dan “Imaji Sketsa Rindu” yang sudah bisa didengarkan di 25 gerai musik digital dan kanal youtube mereka dalam format video lirik. (mario)

Reporter:Mario
Editor:Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->