Kota Banjarbaru
Rehabilitasi Jalan Sukamara Makan Korban, Dinas PUPR Banjarbaru Beri Penjelasan
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Proyek rehabilitasi ruas Jalan Sukamara di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kecamatan Liang Anggang yang sedang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru dikeluhkan warga.
Sejak berkontrak pada 20 Oktober 2025, oleh kontraktor penyedia dan konsultan pengawas sejumlah bagian jalan aspal sudah mulai dibongkar.
Warga yang kerap berlalu lalang di jalan itu mengeluhkan bongkaran jalan dibiarkan tidak ada perbaikan.
Sedangkan kondisi jalan yang berlubang diakui Irma salah satu warga Sukamara sempat menimbulkan sejumlah pengendara motor yang terjatuh.
Baca juga: Tiga Raperda Inisiatif Disahkan, Ada Pengaturan Ormas dan Penyelenggaran Jalan Kota
“Mama dari rumah ke sekolah menjemput cucu hari Rabu kemarin sempat terjatuh, karena jalannya berlubang ada pembongkaran aspal,” ujar Irma, saat diwawancarai, Jumat (14/11/2025).
Irma mengakui kondisi jalan yang berlubang akibat pembongkaran ini sudah dirasakan warga sejak satu mingguan yang lalu.
Saat cuaca sedang hujan, turut mempengaruhi kondisi jalan yang berlubang. Tidak sedikit warga yang ikut merasakan dampak saat berkendara.
“Sudah semingguan dibongkar, setelah itu jalannya becek pas hujan. Karena berlubang jadi jalannya licin,” ungkapnya.
Baca juga: Wakil Banjarmasin Juara Lomba Komedi Tunggal dan Yel-yel Terbaik FTBI 2025

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Banjarbaru, Adi Maulana. Foto: wanda
Menanggapi kondisi itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Banjarbaru, Adi Maulana menjelaskan bahwa pekerjaan pembongkaran untuk bagian-bagian jalan yang rusak hampir sudah semua dilaksanakan.
Namun, katanya karena terkendala cuaca, pekerjaan pemadatan jalan belum bisa dilakukan di lapangan.
“Kita harus melakukan pekerjaan perbaikan lapis pondasi agregat atau mengganti agregat lama yang rusak dengan agregat perkerasan baru, kemudian dilakukan pemadatan ulang,” ungkap Kabid Bina Marga Dinas PUPR Banjarbaru.
Adi Maulana menjelaskan apabila kerusakan bagian jalan sudah sampai ke perkerasan jalan maka dilakukan pembongkaran, baik di bagian aspal dan bagian perkerasan.
Baca juga: Pemkab Kapuas Genjot Capaian Indeks Pencegahan Korupsi
“Kemudian diganti kembali dengan perkerasan yang baru, dipadatkan terlebih dahulu, selanjutnya ditutup aspal,” sambungnya.

Diakuinya saat ini pihaknya belum bisa menutup perkerasan agregat yang baru dengan perbaikan campuran aspal panas yang baru.
Kendalanya pengujian kepadatan agregat dengan alat uji sandcone karena cuaca yang hujan hampir terjadi setiap hari.
“Karena persyaratan uji kepadatan material agregat kondisinya tidak boleh basah atau harus kering. Agar hasil pengujian bisa akurat atau sesuai, memastikan kepadatan dari agregat tersebut,” imbuh dia.
Atas kondisi ini pula pihaknya dengan kontraktor dan konsultan pengawas sudah bersepakat untuk menutup lubang patching yang ukuran kecil segera dengan campuran aspal panas. Sedangkan lubang jalan yang berukuran besar akan uji kepadatan agregat dengan alat uji sandcone.
Setelah semua patching tertutup dengan campuran aspal panas akan dilakukan overlay atau pengaspalan ulang pada stasiun-stasiun yang sudah ditentukan.
“Hal ini berguna untuk menjaga hasil dari patchingan tersebut, sekaligus menjaga umur pelayanan dari jalan tersebut,” ungkapnya.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan terkait pengerjaan di lapangan, namun secara teknis pelaksanaan pekerjaan di lapangan,” tutup Adi. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
kriminal banjarbaru3 hari yang laluTipu-tipu Proyek Bikin Kanopi, Dua Lelaki Ditangkap Polisi
-
HEADLINE2 hari yang lalu12 Meninggal Dunia dari 55 Laka Lantas Sepanjang 2025 di Banjarbaru
-
kampus3 hari yang laluMenangi Pemiluma 2025, Zidan Terpilih Presiden Mahasiswa ULM 2026
-
Bisnis2 hari yang laluBeras Lokal di Pasar Bauntung Naik, Stok Aman
-
HEADLINE3 hari yang laluKembang Api Siap Warnai “Starry Night Celebration” Aeris Hotel Banjarbaru
-
Hukum3 hari yang laluBerkas 14 Tersangka Kasus Anak SD Tenggelam The Breeze Water Park Masih Proses Polisi



