Connect with us

Kota Banjarmasin

Punya Adipura 2018, Tapi “PR” Kota Banjarmasin Tetap Banyak

Diterbitkan

pada

Kota Banjarmasin meraih penghargaan Adipura tahun 2018 kategori Kota Besar. Foto : Mario

BANJARMASIN, Meraih penghargaan Adipura bagi sebuah kota, terkadang hanya menjadi target ‘kebanggaan’, tapi di lapangan urusan kebersihan dan budaya hidup bersih warga kota masih jauh dari harapan.

Kondisi tersebut seperti dialami ibukota Kalsel yakni Kota Banjarmasin yang meraih Adipura 2018 kategori Kota Besar.

Ada dua hal yang diperhatikan kota Banjarmasin dan menjadi PR setelah mendapatkan Adipur yaitu pengurangan sampah dengan beragam inovasi dan penanganan.

“Penanganan yang paling penting. Bagaimana kinerja TPA (Tempat Pembuangan Akhir) kita dan bagaimana kinerja petugas kebersihan kita,” ujar Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina, Selasa (15/1) sore, di siring depan Balaikota Banjarmasin usai perayaan dan pemberian penghargaan yang dilanjutkan dengan pawai Adipura keliling kota Banjarmasin.

H Ibnu Sina mengakatan akan terus meningkatkan inovasi TPA. Itu karena TPA Basirih masih menggunakan sistem open dumpingOpen Dumping adalah sistem pembuangan paling sederhana, dimana sampah dibuang begitu saja dalam sebuah tempat pembuangan akhir tanpa perlakuan lebih lanjut.

Maka dari itu, ia berharap TPA Basirih akan berinovasi dengan adanya sistem Sanitary Landfill. Sistem ini adalah sistem pengelolaan (pemusnahan) sampah dengan cara  membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, dan kemudian menimbunnya dengan tanah.

Sementara itu, Drs H Mukhyar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin menyebutkan untuk TPA, TPS, penghijauan dan kebersihan jalan Banjarmasin masih dinilai bagus. Hanya saja nilai kebersihan pasar yang masih kurang untuk Banjarmasin meraih penghargaan Adipura Kencana.

“Wajar lah Surabaya dapat penghargaan, karena biaya yang mereka keluarkan untuk kebersihan juga besar, kalau kita kan masih perlu beberapa tambahan untuk perbaikan ke depan. Mudah-mudahan tahun depan bisa Adipura Kencana,” harapnya.


Diakuinya ada beberapa titik yang nilainya masih belum bagus yakni saluran drainase. “Rendah sekali sih tidak, cuma ya tidak merata. Untuk capaian (nilai) harus 70-73. Tapi ini masih di bawah 70,” ungkap Mukhyar.

Selain menerima Adipura, penghargaan atas kinerja pengurangan sampah serta penghargaan Adiwitya Mandiri, Provinsi, dan Nasional tahun 2018 diadakan Pemkot Banjarmasin. Kementrian LHK RI juga memberi penghargaan kepada Banjarmasin sebagai salah satu dari 11 kota terbaik atas kinerja terhadap pengurangan kantong plastik.

Ibnu Sina berharap agar penghargaan ini menjadi pemicu agar Banjarmasin lebih baik lagi dalam menangani sampah dan kebersihan kota.

“Piala Adipura yang sebenarnya ada di dalam perilaku jiwa masyarakat untuk tidak membuang sampah di sembarangan tempat dan sungai. Serta membuang sampah sesuai tempat dan waktunya,” ucap Walikota Banjarmasin.

Sekadar diketahui, Banjarmasin menjadi kota pertama di Indonesia yang menyelesaikan Jakstrada (Kebijakan Strategi Daerah), komitmen bersama untuk strategi pengurangan sampah di Indonesia. Banjarmasin merupakan kota yang Jakstrada-nya dijadikan contoh oleh seluruh kota di Indonesia. Penghargaan Sekolah Adiwiyata tahun 2018 kepada 10 sekolah di Banjarmasin.

Sekolah yang menerima adalah SMKN 4 Banjarmasin dan SMPN 29 Banjarmasin untuk peraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Mandiri tahun 2018. SDN Seberang Mesjid 1 Banjarmasin peraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional Tahun 2018.

SDN Sungai Miai 7 Banjarmasin, SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin, SDN Karang Mekar 1 Banjarmasin, SMP Negeri 5 Banjarmasin, SMP Negeri 24 Banjarmasin, SMK Negeri 5 Banjarmasin, dan SMA PGRI 6 Banjarmasin untuk peraih Penghargaan Sekolah Adiwiyata Provinsi Kalimantan Selatan 2018. (mario)

Reporter : Mario
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
-->