Connect with us

HEADLINE

Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG di SMPN 33 Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Beberapa siswa SMPN 33 Banjarmasin diduga mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi MBG. Foto: ist

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Puluhan siswa Sekolah Negeri Pertama Negeri (SMPN) 33 Banjarmasin dilaporkan mengalami dugaan gejala keracunan selepas mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎‎Diketahui, menu MBG tersebut disajikan pada Senin (20/10/2025) dan baru dirasakan efeknya pada malam hari hingga Selasa (21/10/2025) siang.

‎‎Diana, salah satu orangtua siswa yang terdampak mengaku anaknya sudah merasakan gejala mulai malam tadi.

Baca juga: Kali Kedua SDN 2 Kemuning Terbakar, Penyebab Tunggu Penyelidikan Polisi 

‎‎“Tadi malam anak saya dari jam 11 sampai jam 12 sakit perut terus mencret. Kadang juga mau muntah,” kata Diana.

‎‎Melihat hal tersebut, sang anak telah diberikan obat dan dikeroki guna meminimalisir gejala yang dirasakan.

‎“Alhamdulillah, sudah dikasih obat dan dikeroki, semoga cepat membaik,” ucapnya.

‎Sementara itu, Heni, orangtua siswa kelas VIII langsung mendatangi sekolah tak lama setelah mendengar kabar tersebut.

Baca juga: DJBC Kalbagsel Dukung Penuh Pelayanan Rute Banjarmasin – Kuala Lumpur

‎‎“Berita tadi katanya ada yang keracunan MBG, jadi kami datang memastikan kondisi anak. Alhamdulillah anak saya aman,” jelas Heni.

‎‎Kendati demikian, dia tetap khawatir apabila anaknya kembali mengonsumsi makanan dari program pusat itu.

“Masih ada rasa khawatir juga kalau nanti makan lagi, takut kejadian serupa terulang,” ungkap Heni.

‎‎Sama halnya Novi, orangtua siswa kelas 8 lainnya yang menilai MBG perlu pengawasan secara ketat terkait kualitas makanan yang diberikan.

Baca juga: 1.451 Honorer Pemko Banjarbaru Diangkat PPPK Paruh Waktu, Ini Kata Mereka

‎‎“Programnya bagus, tapi kejadian seperti ini pasti bikin orangtua khawatir. Meskipun anak kami tidak kena, tapi tetap waswas,” tuturnya.

‎Dia menganggap kasus sebagai bahan evaluasi baik dari sekolah maupun penyedia MBG. Lebih jauh, orangtua siswa bahkan meminta program ini sebaiknya diberhentikan saja.

‎‎“Kalau bisa dikasih setop aja, kita jadi khawatir kalau terus dibiarkan, kasus seperti bakal terulang lagi,” tutupnya.

‎‎Menurut informasi, para siswa yang menderita gejala tersebut dilarikan pihak sekolah ke Puskesmas Basirih Baru guna mendapat perawatan medis. (Kanalkalimantan.com/fahmi)

‎Reporter: fahmi
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca