Kota Banjarbaru
Prihatin Skandal Guru Besar ULM, Mahasiswa Ungkit Kejujuran dan Moralitas Kampus
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Demo menyikapi skandal guru besar dan anjloknya akreditasi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tak hanya dilakukan mahasiswa di Banjarmasin. Mahasiswa di kampus Banjarbaru juga turut menggeruduk Gedung Rektorat Kampus ULM Banjarmasin, Jumat (27/9/2024) siang.
Ratusan mahasiswa dan mahasiswi di ULM kampus Banjarbaru, ikut turun aksi menyuarakan keresahannya atas berita panas akreditasi ULM yang turun kasta dua tingkat baru-baru ini. Mereka menyoroti nilai kejujuran dan etika akademik di balik skandal guru besar yang menyebabkan ULM turun kasta dari akreditasi A menjadi C.
Selepas shalat Jumat dari Gedung Pascasarjana ULM Banjarbaru menuju Gedung Rektorat ULM Banjarmasin dengan mengenakan pakaian putih dilapis almamater kuning.
Farhan Apriansyah, Ketua BEM Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ULM yang ada dalam aksi mengatakan, jadwal perkuliahan mereka yang seharusnya hari ini dilaksanakan di dalam kampus, kini berpindah ke Gedung Rektorat.
Baca juga: Skandal Guru Besar Picu Jebloknya Akreditasi, Mahasiswa ULM Demo Duduki Rektorat!
“Kami mengumpulkan seluruh mahasiswa Banjarbaru dan akan bergabung ke Banjarmasin menyampaikan tuntutan terkait kejadian turunnya akreditas ULM yang beritanta sangat panas sekali,” ujar Ketua BEM Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ULM, Farhan saat diwawancarai di Banjarbaru.
Atas dasar kepedulian akan kasus ini, ratusan dari mereka datang dengan tiga tuntutan aksi.
“Pertama kita menuntut kejelasan upaya pengembalian akreditasi atau reakreditasi ULM,” ungkapnya.
“Kedua mendukungg penuh pengusutan tuntas skandal guru besar di lingkungan ULM dan menuntut nama-nama yang tercantum untuk bersikap kooperatif,” sambungnya.
Baca juga: Di Depan Mahasiswa, Rektor ULM: Tim Siapkan Reakreditasi dalam Dua Bulan
Buntut skandal guru besar ULM yang menjadi biang penurunan kasta akreditasi ini mahasiswa juga dalam tuntutannya mendsesak Senat, Rektor dan jajaran ULM untuk kembali menekankan norma dan etika terhadap pengangkatan guru besar di lingkungan universitas.
“Kita mendesak untuk menjunjung tinggi asas kejujuran, kebenaran dan keadilan dalam menyikapi permasalahan di kampus,” tegas dia.
Sementara itu Satrio Ajie, salah satu mahasiswa tingkat akhir ULM di Banjarbaru berpendapat bahwa dampak akreditasi ULM ini sangat besar.
Menurutnya banyak alumni yang berada di posisi “skak mat” oleh pihak perusahaan yang sedang mencari karyawan.
Baca juga: ULM Turun ‘Kasta’ A ke C, Mahasiswa Hilang Semangat Rampungkan Skripsi
“Para alumni dituntut untuk mencari tahu dalam kurun waktu 1 minggu, jika benar akreditasi kampus menjadi C maka nama mereka dicoret, dan jika tidak ada kejelasan maka mereka juga dicoret dari tahapan rekrutmen, informasi dari beberapa alumni yang bercerita ke saya,” ujar Satrio Ajie, salah satu mahasiswa tingkat akhir ULM di Banjarbaru.
Hal ini juga kata dia, menjadi salah satu yang mendasari mahasiswa untuk berpikir menunda kelulusan hanya karena persoalan akreditasi ini saja.
“Kami juga menuntut pertanggungjawaban dari pimpinan kampus dalam penyelesaian masalah ini,” tandas Satrio. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: cell
-
PUPR PROV KALSEL1 hari yang laluSetelah 35 Tahun, Rumah Jabatan Gubernur Kalsel Direhab Total
-
HEADLINE2 hari yang laluVonis 12 Tahun ‘Penjagal’ Mahasiswi ULM, Lebih Ringan dari Tuntutan
-
Kabupaten Banjar1 hari yang lalu2 Pelajar Kabupaten Banjar Raih Juara Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan Tingkat SMP Se-Kalimantan Selatan
-
HEADLINE2 hari yang laluSolar Langka di Kalsel Sopir Truk Menderita, Dilarikan ke Tambang
-
PTAM INTAN BANJAR1 hari yang laluPTAM Intan Banjar Sesuaikan Jam Kerja Kantor Pelayanan, Ini Penjelasannya
-
HEADLINE3 hari yang laluSekolah Jurnalisme Warga: Masyarakat Adat Meratus Bersuara Nasib Mereka





