Connect with us

HEADLINE

Polda Kalsel Gelar Pasukan Pengamanan Haul, Kedatangan Capres Belum Dipastikan

Diterbitkan

pada

Gelar pasukan pengamanan Haul Guru Sekumpul yang melibatkan jajaran Polri, TNI, Pemerintah, dan Relawan. Foto: rico

BANJARBARU, Polda Kalsel bersama jajaran serta instansi teknis, relawan haul, dan petugas medis menggelar apel kesiapan pengamanan Haul ke-14, Al Alimul Al Allamah Al Arif Billah KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Guru Sekumpul. Apel persiapan berlangsung di Lapangan Mako Brimob Polda Kalsel, Jumat (8/3) pukul 08.00 Wita.

Dipimpin Kapolda Kalsel Irjen Yazid Fanani, apel kesiapan ini dihadiri langsung Gubernur Kalsel Sahbirin Noor,  Wakapolda, Pejabat Utama Polda, Kapolresta serta Kapolres, Danrem 101/Antasari, Bupati Banjar, DPRD Kabupaten Banjar,  dan tamu lainnya.

Dalam amanatnya, Kapolda Yazid mengatakan apel dalam pelaksanaan pengamanan haul Guru Sekumpul yang ke 14 ini, berharap kepada seluruh personil TNI/Polri dan instansi terkait serta relawan yang terlibat, untuk saling mendukung dan berkoordinasi.

“Kita ketahui bersama bahwa kegiatan haul Guru Sekumpul ini mengalami peningkatan jika dilihat dari jumlah jamaah yang hadir dari tahun ke tahun. Melihat banyaknya jumlah yang hadir tersebut tentu saja berimplikasi kepada peningkatan hazard dan kerawanan terhadap gangguan Kamtibmas sehingga diperlukan kesiapan anggota di lapangan untuk mengantisipasinya,” ujarnya.

Rencananya, pengamanan akan dilaksanakan selama 3 hari yaitu dari tanggal 9- 11 Maret 2019 dengan melibatkan personil baik dari wilayah Kabupaten Banjar maupun TNI. Serta melibatkan pasukan dari unit terdekat, utamanya untuk menjaga keamanan ketertiban dan kelancaran dan kemacetan lalu lintas. Termasuk pengamanan rute jalur hingga pengaturan parkir mobil pada sekitaran wilayah penyelenggaran Haul Abah Guru Sekumpul nantinya.

Adapun pengamanan melibatkan puluhan ribu orang. Di antaranya, Polda Kalsel sebanyak 420 personil, Polres Banjar sebanyak 573 personil, Polresta Banjarmasin 115 personil, Polres Banjarbaru 95 personil, Polres Batola 70 personil, Polres tanah laut 45 personil, Polres Tapin 30 personil, Kodim 1006/MTP 400 personil, Satpol PP 550 personil, Damkar 150 personil 1100, PLN 170 personil, BPBD 25 personil, Senkom 20 personil dan relawan kurang lebih 18.000 personil.

Sementara itu, Dirlantas Polda Kalsel, Kombes Pol Muji Ediyanto menjelaskan terdapat tiga titik yang menjadi arah kedatangan para Jamaah yaitu dari Tapin, Pelaihari, dan Banjarmasin. Ia mengatakan pihaknya bekerjasama dengan instansi terkait untuk melakukan antisipasi kemacetan di tiga arus jalan tersebut berupa penempatan rambu-rambu portable penunjuk arah di jalur-jalur alternatif yang cukup sempit.

“Kita juga antisipasi dengan patroli roda dua baik dari Kepolisian maupun TNl. Hal ini dilakukan agar saat arus jalan macet atau padat, personil yang mengendarai roda dua akan melakukan penyisiran dan akar masalah dapat diuraikan,” ujarnya.

Kombes Pol Muji Ediyanto juga menjelaskan saat puncak acara Haul Sekumpul biasanya terjadi masalah jaringan pada handphone yang menyebabkan sulitnya berkoordinasi dengan petugas lainnya.  “Kita sudah konfirmasi ke pihak Telkom, memang katanya akan ditempatkan penguatan sinyal dari Telkom. Namun tetap kita antisipasi dengan menggunakan HT,” lanjutnya.

Di sisi lain, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan gelar apel ini menjadi bukti Provinsi Kalsel siap menerima kedatangan tamu dari luar Kalsel, dengan memberikan kenyamanan dan kesejukan. Ia berharap peringatan Haul Abah Guru Sekumpul nantinya dalam suasana khusu dan mendapat ridho dari Allah SWT.

Selain itu, terkait isu yang beredar tentang kedatangan Calon Presiden (Capres) 01 dan 02 di perhelatan Haul Abah Guru Sekumpul ke 14, Kapolda Kalsel mengatakan hingga kini pihaknya masih belum dapat memastikan hal tersebut. Namun ia mengklaim bahwa pihaknya telah menyiapkan pengamanannya hingga jalur menuju hotel yang menjadi tempat menginap kedua Capres.

“Informasi terkahir kedatangan kedua capres masih belum pasti. Intinya Haul Sekumpul ini adalah wisata religi, jadi kalaupun keduanya datang tidak boleh ada sosialisasi politik, ini sudah jadi kesepakatan bersama,” bebernya.(rico)

Reporter: Rico
Editor: Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->