Connect with us

HEADLINE

PKS Usung 7 Jagoan di Kalsel, Koalisi Golkar-PKS ‘Nyambung’ ke Pilbup dan Pilwali

Diterbitkan

pada

DPW PKS Kalsel secara resmi menyerahkan formulir B.1-KWK partai politik kepada bakal calon kepala daerah di Pilkada Kalsel, Sabtu (29/8/2020). foto: fikri
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Kalimantan Selatan secara resmi menyerahkan formulir B.1-KWK partai politik kepada bakal calon kepala daerah di Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Kalsel, Sabtu (29/8/2020). Penyerahan langsung kepada 7 pasangan bakal calon kepala daerah yang akan berkontestasi di Kalsel.

Ketujuh bakal calon kepala daerah tersebut yaitu H Sahbirin Noor-H Muhidin di Pilgub (Pemilihan Gubernur) Kalsel, Hj Ananda-H Mushaffa Zakir di Pilwali (Pemilihan Wali Kota) Banjarmasin, Gusti Iskandar-AR Iwansyah di Pilwali Banjarbaru, H Rusli-KH M Fadhlan di Pilbup (Pemilihan Bupati) Banjar, H Ansharuddin-M Nor Iswan di Pilbup Balangan, H Sayed Jafar-Andi Rudi Latif di Pilbup Kotabaru dan H Sudian Noor-Muhammad Rusli di Pilbup Tanah Bumbu.

Formulir B.1-KWK partai politik sendiri diserahkan langsung oleh Ketua DPW PKS Kalsel Ja’far kepada semua bakal pasangan calon. Menariknya, hampir semua bakal pasangan calon yang memperoleh formulir B.1-KWK partai politik dari PKS dalam kontestasi Pilkada di Kalsel, juga diusung oleh Partai Golkar, kecuali pasangan H Sudian Noor-M Rusli di Pilbup Tanah Bumbu.

Diakui Ketua DPW PKS Kalsel Ja’far, komunikasi politik antara PKS dan Partai Golkar cukup intens. Bahkan, sudah dibangun cukup lama, hingga berujung pada Pilkada Serentak 2020 ini.



Pasangan bakal calon Gt Iskandar-AR Iwansyah yang disokong PKS pada Pilwali Banjarbaru. foto: fikri

“Komunikasi politik itu lebih ‘nyambung’ dengan teman-teman di partai kuning (Golkar). Tahun ini chemistry-nya lebih dengan teman-teman di Golkar,” kata Ja’far.

Salah satu bakal calon kepala daerah yang diusung PKS yaitu H Sahbirin Noor-H Muhidin di Pilgub Kalsel. Seperti diketahui, pasangan Birin-Muhidin diusung oleh Partai Golkar, PAN dan juga PKS.

“Untuk Pilgub, kita sudah (mengusung) ke Paman Birin,” imbuh Ja’far.

Mengapa demikian? “Karena kenyamanannya itu, karena jika di Pilgub dan Pilbup serta Pilwali itu sama (koalisi). Kalau beda-beda, mengarahkannya malah repot. Usungannya sama, lebih nyaman,” terang Ja’far.

KH Fadlan (kanan) bakal calon waki bupati Banjar menerima dukungan PKS berlaga di Pilbup Banjar berpasangan dengan H Rusli, kader Golkar. foto: fikri

Kendati ada beberapa kader PKS yang turut serta di Pilkada serentak, Ja’far tidak menampik semuanya berkoalisi dengan Golkar. Seperti diketahui, ada dua bakal calon kepala daerah yang merupakan kader PKS. Seperti Mushaffa Zakir (bakal calon wakil wali kota Banjarmasin) yang berpasangan dengan Hj Ananda yang merupakan kader Golkar, dan M Nor Iswan (bakal calon wakil bupati Balangan) yang berpasangan dengan H Ansharuddin yang juga kader Golkar.

“Sisanya, rata-rata ikut kuning (Partai Golkar) lah,” singkat Ja’far.

Sementara itu, calon Gubernur petahana H. Sahbirin Noor bersyukur telah memperoleh dukungan resmi dari PKS. “Selanjutnya, kita bersama-sama PKS dan partai lain untuk bersama-sama bergerak mencari yang harus kita cari. Tentunya kita harus melakukan sesuatu yang bisa mengambil hati rakyat,” kata Paman Birin. (kanalkalimantan.com/fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->