Connect with us

Kota Banjarbaru

Pertaruhkan Jabatan, Gubernur Sahbirin Janji Penuhi Tuntutan Massa Mahasiswa

Diterbitkan

pada

Ribuan mahasiswa saat berdemo di Kantor Gubernur Kalsel, tadi siang Foto : rico

BANJARBARU,  Aksi unjuk rasa dari ratusan mahasiswa-mahasiswi dari berbagai kampus yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kalsel, menghasilkan point-point tambahan dari tuntutan awal. Bahkan, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor harus menyatakan sikap untuk mundur dari jabatannya jika tuntutan massa tidak terealisasikan. Gubernur pun menyatakan menyanggupi!

Dari pantauan di lapangan, massa yang sudah memenuhi halaman depan kantor Sekretariat Provinsi Kalsel, memaksa Gubernur berbaur bersama mereka dengan duduk lesehan di lantai. Selain itu aparat yang berjaga juga dipaksa duduk.

Gubernur yang didampingi Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq tampak santai saat dikelilingi ratusan massa. Meski massa terus menerus meneriakan kritikan pedas terhadap Pemprov atas terjadinya bencana kabut asap, Sahbirin sendiri menanggapinya dengan kepala dingin. (Baca: Tuntut Maksimal Penanganan Karhutla, Ratusan Mahasiswa Demo Kantor Gubernur Kalsel)

Sejumlah permintaan diajukan massa, seperti halnya data luasan karhutla dimasing-masing daerah hingga nama-nama perusahaan yang diduga menyebabkan Karhutla (Korperasi). Belum maksimalnya penanganan Karhutla oleh Pemprov serta pemerintah daerah, dituding menjadi faktor utama penyebab bencana kabut asap selalu terjadi setiap tahunnya di Kalsel.

Koordinator Wilayah dari Aliansi Mahasiswa Kalsel, Ghulam mengatakan slogan “Bergerak” cetusan Gubenur sudah bertolak belakang dengan  kondisi Kalsel saat ini. Dia juga menegaskan agar Paman Birin -sapaan akrab Gubernur Kalsel- tidak hanya melulu fokus pada pembangunan.

“Jangan yang diurus cuma Kiram Park saja. Lihat juga masyarakat di pedalaman. Mereka tiap hari menghirup kabut asap. Slogan Begerak jangan cuma ke atas tapi juga harus ke bawah,” katanya.

Tidak hanya itu, Ghulam juga mengingatkan Pemerintah Daerah agar tidak bermain mata dengan perusahan yang ingin membuka lahan dengan cara membakar. “Kami ingatkan, tidak boleh ada kepentingan pribadi. Rakyat disini menderita,” tegasnya.

Untuk itu, massa mendesak Pemprov untuk menunjukan nama-nama perusahaan yang diduga menyebabkan Karhutla sepanjang tahun 2019. Namun, Pemprov sendiri tidak dapat menunjukan data tersebut karena penyidikan ditangani oleh Polda Kalsel.

Gesekan sempat terjadi dalam aksi demo hari ini, saat massa meminta surat pernyataan dari Pemprov Kalsel namun surat yang diberikan pemprov tidak memiliki nomor surat. Alhasil, mahasiswa merobek surat tersebut dihadapan Gubernur dan meminta untuk dibuatkan ulang. (Lihat: 8 Tuntutan Mahasiswa ke Gubernur Kalsel, red).

8 Tuntutan Mahasiswa ke Gubernur Kalsel

1.      BERKOMITMEN TIDAK ADA LAGI MEMBUKA LAHAN SAWIT DAN TIDAK ADA PEMBUKAAN LAHAN UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI.
2.      MENUNTUT  PEMERINTAH DAERAH BERTINDAK SERIUS DALAM MENANGGULANGI KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN YANG TERJADI DI KALSEL.
3.      MENUNTUT PEMERINTAH DAERAH DAN PUSAT MELAKUKAN PENGAWASAN SECARA BERKALA SERTA PENCEGAHAN KEBAKARAN TERHADAP LAHAN GAMBUT ATAU LAHAN YANG RENTAN TERBAKAR AGAR KARHUTLA TIDAK JADI EVENT TAHUNAN.
4.      MENUNTUT PEMERINTAH DAERAH UNTUK MENYEDIAKAN TENAGA MEDIS SERTA OBAT-OBATAN DI DAERAH YANG TERKENA DAMPAK KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN SERTA MELAKUKAN PEMERIKASAAN KESEHATAN SECARA BERKALA MENGENAI PENYAKIT YANG DATANG DARI AKIBAT PEMBAKARAN HUTAN DAN LAHAN YANG ADA DI KALSEL.
5.      MENUNTUT PRESIDEN JOKOWI MENUNAIKAN JANJINYA INGIN MENCOPOT PANGDAM, KAPOLDA HINGGA DANREM YANG TIDAK BECUS ATASI KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN.
6.      TINDAKAN TEGAS DAN USUT TUNTAS PARA PELAKU PEMBAKARAN HUTAN DAN LAHAN SESUAI UU YANG BERLAKU TERMASUK PT AGS DI KABUPATEN TANAH LAUT DAN PT ADL DI KABUPATEN BATOLA.
7.      BERKOMITMEN UNTUK MUNDUR SEBAGAI GUBERNUR KALSEL APABILA TINDAK ADA TINDAK LANJUT DARI ALIANSI MAHASISWA KALSEL.
8.      MENUNTUT GUBERNUR KALSEL DAN PEMPROV KALSEL MEMBERIKAN SANTUNAN KEPADA MASYARAKAT YANG TERKENA DAMPAK ASAP DAN DIBUKTIKAN DENGAN DOKUMENTASI MEDIA.

Situasi semakin mencekam tak kala Kepala Pelaksana BPBD Kalsel, Wahyuddin diduga membentak saat menyebutkan dua perusahaan yang menyebabkan Karhutla. Terpicu nada tinggi dari Wahyuddin, massa yang awalnya duduk kemudian mulai berdiri dan melaku aksi dorong hingga pelemparan botol plastik kearah petugas kepolisian.

Beruntung, gesekan ini bisa diredam oleh koordinator masing-masing kampus. Kurang lebih 2 jam aksi demo berlangsung, Ghulam mengatakan pihaknya telah menambah 3 point dalam tuntutannya.  “Intinya Gubernur sudah menyatakan sikap jika seluruh tuntutan kami tidak terealisasikan maka beliat siap melepas jabatannya,” kata mahasiswa Uniska tersebut.

Sementara itu, Gubernur Kalsel mengatakan pihaknya sangat terbuka dengan apresiasi para mahasiswa lintas Kalsel ini. Dia juga berjanji akan mengerjakan seluruh point-point yang telah disampaikan para mahasiswa dengan tenggak waktu yang ditentukan. “Saya akan lalukan apapun demi masyarakat. Selama dua minggu kedepan jika saya tidak bisa mengerjakan tuntutan yang dimaksud, saya siap mundur dari jabatan saya, sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Massa mulai membubarkan diri setelah Gubernur Kasel menandatangi Surat Pernyataan yang diserahkan kepada perwakilan Aliansi Mahasiswa Kalsel. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->