Connect with us

HEADLINE

Penghasilan ‘Dipukul’ Pandemi, Larangan Mudik Kian Beratkan Sopir di Banjarmasin

Diterbitkan

pada

Para sopir angkutan umum yang menunggu penumpang di tengah pandemi Covid-19 dan larangan mudik lebaran tahun ini. Foto: nissa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 benar-benar memukul semua lini kehidupan manusia. Mata pencaharian masyarakat paling terdampak, baik sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lainnya.

Salah satu yang paling merasakan dampak pandemi Covid-19 adalah para sopir angkutan umum. Kebijakan pemerintah membuat masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah, terlebih aktivitas dengan jarak tempuh jauh.

‘Dihantam badai’ corona, para sopir angkutan umum di Kota Banjarmasin tetap menunggu calon penumpang seperti biasa. Meski, mereka sendiri mengaku jenuh dengan keadaan yang kian memberatkan karena minimnya pendapatan dari jumlah penumpang yang terus turun.

Baca juga: Mazda Resmikan Dealer ke-21 di Pontianak, Adopsi Corporate Identity Mazda



 

Angkutan kota Banjarmasin terpuruk di tengah pandemi Covid-19. Foto: nissa

Ipan, salah satu sopir asal Banjarmasin mengatakan, ia tetap berangkat saban hari dari rumah sekitar pukul 6 pagi. “Tapi sampai siang belum mendapatkan satu pun penumpang,” akunya.

Menurut Ipan, kondisi saat ini berbeda jauh ketika sebelum ada pandemi Covid-19, penurunan pendapatannya hingga 75 persen.

Baca juga: Fasilitas Tadarus Al Quran di Mushala Iqra Perpustakaan Palnam

“Jauh berbeda hampir 75 persen hilangnya, biasanya dalam satu minggu itu bisa sampai 5 kali, kalau sekarang paling banyak 2 kali keberangkatan. Kami banyak liburnya di rumah,” keluhnya.

Hal tersebut jelas berdampak pada pendapatan para sopir angkutan umum yang memang menggantungkan penghasilan dari bayaran atau ongkos penumpang. Belum lagi kebutuhan sehari-hari rumah tangga yang harus dipenuhi para sopir.

Ipan mengkhawatirkan larangan mudik lebaran dari pemerintah akan kembali berpengaruh pada penurunan pendapatan mereka. Ia khawatir tidak bisa memenuhi kebutuhan anak istri di rumah.

“Kita kan ada keluarga, ada anak, tolong pemerintah harusnya dipertimbangkan hal tersebut, intinya kan di rumah perlu makan,” ucap Ipan.

Baca juga: Serap Aspirasi Warga, Bupati-Wabup Banjar Kunjungan Malam Ramadhan

Ipan berharap tidak perlu ada larangan mudik apalagi kalau masih dalam lingkup yang kecil, seperti antar kota.

“Kalau di daerah kita ya jangan juga lah yang begitu, kasihan kami. Itu kan dampaknya pasti sampai ke kami,” ujar Ipan.

Senada dengan apa yang dikeluhkan kesahkan Ipan, Muri, sopir angkutan umum penumpang Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) trayek Hulu Sungai-Banjarmasin mengaku sedih dengan keadaan dia dan teman-teman sopor lain rasakan.

Menurutnya, kondisi pandemi Covid-19 saat ini hampir mematahkan semangat mereka.
“Pokoknya sekarang itu sakit, apalagi ini bulan Ramadhan. Tunggu satu atau dua jam lagi belum tentu ada penumpang,” tutur Muri.

Baca juga: DKP Kalsel Jamin Pasokan Ikan Laut Aman

Para sopir angkutan umum penumpang AKDP berharap pemerintah daerah memperhatikan keadaan mereka, pandemi saja sudah cukup membuat sopir taksi ini mengerutkan dahi.

“Jangan ada lah larangan mudik lebaran itu di sini, kasihani kami juga, sekarang saja sudah susah,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/nissa)

Reporter : nissa
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->