Connect with us

HEADLINE

Pembangunan Capai 86%, Bandara Baru Syamsudin Noor Soft Launching November

Diterbitkan

pada

Gubernur Sahbirin bersama jajaran kepala daerah di kalsel saat meninjau proyek bandara Foto : rico

BANJARBARU, Proyek pembangunan bandara Syamsudin Noor baru saat ini sudah mencapai 86%. Ditargetkan pada November nanti, bandara yang menjadi kebanggaan warga Banua ini akan bisa soft launching.

Demikian disampaikan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor saat meninjau proyek pengembangan Bandara Syamsuddin Noor bersama Kepala Daerah Kabupaten/Kota se-Kalsel, Kamis (10/10).

“Hari ini kunjungan kita bertepatan dengan rapat koordinasi walikota dan bupati se-Kalimantan Selatan oleh karena itu kami bersama-sama kunjungan ke bandara Syamsudin Noor yang mana proses pembangunannya sudah 86% di bulan ini,” ujarnya.

Sahbirin mengatakan, November mendatang akan ada soft launching untuk bandara internasional kebanggaan masyarakat Kalsel itu. “Insya Allah di November akan ada launching. Lalu jika tidak ada halangan di Desember akan ada presiden bersamaan dengan kegiatan LKSN,” bebernya.



Dia optimis dengan pengerjaan proyek bandara. Saat ini pembangunan hanya menyisakan 14 persen lagi, sehingga bisa dinikmati masyarakat. “Dengan kondisi bandara yang sekarang ini sudah sangat bagus karena dari infrastruktur, bahan, dan bentuk bangunannya ini luar biasa. Jika dilihat dari atas itu berbentuk diamond atau permata, karena ini khas salah satu kabupaten di Kalsel,” lanjutnya.

Di sisi lain, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani juga mengatakan kebanggaannya atas proyek pengembangan bandara yang sebentar lagi mau rampung itu. “Alhamdulillah, insya Allah bandara akan menetapkan soft launching pada 15 November, sebagai kota penempatan bandara kami berterimakasih,” ujar Nadjmi yang mendampingi Sahbirin.

Dia juga menyampaikan dengan dirampungkannya proyek bandara pada bulan depan, akan menambah daya tarik Banjarbaru yang diketahui sesegeranya menjadi Aero City. “Kami juga sudah menyiapkan konsep Aero City dengan konsep kota baru berbasis bandara dengan penyediaan kawasan sekitar 5600 hektare,” ungkapnya.

Saat ini, ia mengatakan finalisasi konsep Aero City ini sudah selesai. “Setelah itu, ada konsultasi publik dan tahap akhirnya ada produk hukum yang memayungi ini,” tutupnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan menjelaskan, lahan seluas 5.600 hektare ini nantinya akan diatur master plan-nya oleh Pemko Banjarbaru. Saat ini payung hukum berupa peraturan daerah (perda) sedang digodok. “Nanti kita atur masterplan-nya dan mungkin akan ada perda yang mengaturnya. Bagaimana masyarakat berkontribusi dan beraktivitas di lahan itu. Gunanya agar memberikan peningkatan kesejahteraan yang signifikan kepada masyarakat,” kata Jaya kepada kanalkalimantan.com.

Menurut Jaya, konsep aerocity sudah memasuki tahap akhir. Karena, penggodokan kota berbasis bandara ini melibatkan berbagai pihak. “Dari Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, ada beberapa kementerian termasuk Bappenas, bersama-sama menyusun masterplan kota berbasis bandara, kota baru di Indonesia khusus bandara yang bernama aerocity,” ucap orang nomor dua di Balaikota Banjarbaru ini.

Lalu, apa dampak yang dirasakan Kota Banjarbaru jika konsep aerocity telah rampung? “Dampak tentu dirasakan, perekonomian Kota Banjarbaru akan meningkat lagi. Karena di situ, misalnya ada kawasan khusus untuk bisnis, permukiman, penunjang kawasan bandara, MICE (meeting, incentive, convention and exhibition), perhotelan dan lain-lain,” jelas Jaya.

Dirinya menambahkan, pertumbuhan ekonomi di Kota Banjarbaru tumbuh sekitar tujuh persen. Dengan kehadiran aerocity, diharapkan akan lebih meningkatkan perekonomian Kota Banjarbaru. (rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell


iklan

Disarankan Untuk Anda

<

Paling Banyak Dibaca

-->