Connect with us

Kabupaten Kapuas

Pekerja Lokal Tewas Tertimpa Tower Penampungan Pasir Kuarsa, Ini Tuntutan Kades

Diterbitkan

pada

Penampung pasir kuarsa milik PT Mineral Palangkaraya Prima (MPP) yang beroperasi di Desa Lahei Mangkutub, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas. Foto: ags
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN. COM, KUALA KAPUAS – Musibah robohnya corong atau tower penampung pasir kuarsa milik PT MPP yang beroperasi di Desa Lahei Mangkutub, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Selasa (13/7/2021) , menewaskan seorang pekerja lokal.

Korban bernama Ahmad Albar (20), warga Desa Lahei Mangkutub RT 07, Kecamatan Mantangai, meninggal dunia tertimpa tower penampung pasir tersebut. Dalam kejadian juga ada pekerja warga negara asing (WNA) yang selamat, namun mengalami luka hingga dilarikan ke rumah sakit di Palangkaraya.

Terkait insiden robohnya tower tersebut, Kepala Desa Lahei Mangkutub, Ugak mengatakan, atas nama pemerintah desa dan mewakili saudara dari korban, meminta kepedulian PT MPP untuk membantu korban.

Baca juga: Relawan PPKM Mikro Kaladan Jaya-Puskesmas Mantangai Pantau Kegiatan Posyandu Lansia



 

 

“Kalau memang pihak perusahaan tidak membantu korban akibat runtuhnya tower itu, maka kami selaku kepala desa Lahei Mangkutub akan melakukan penutupan perusahaan tersebut, walaupun mempunyai izin resmi,” tegasnya.

Memang pihak PT MPP telah memberikan santunan biaya pemakaman sebesar Rp 20 juta kepada pihak keluarga korban, namun pihak perusahaan juga berjanji memberikan bantuan kembali.

Kades Lahei Mangkutub Ugak. Foto: ags

“Kami mewakili pihak keluarga korban akan menuntut janji tersebut, apabila janji tidak sesuai atau sengaja lupa, maka selaku pihak keluarga korban dan atas nama kepala desa Lahei mangkutub akan melakukan penutupan terhadap PT MPP,” tegas Kades Lahei Mangkutub.

Baca juga: Malaysia Dapat Ratusan Izin Haji dari Arab Saudi

Kades Lahei Mangkutub menjelaskan, dengan kejadian ini menjadi pengalaman bagi pihak perusahaan khususnya PT MPP, agar melaksanakan fungsinya sebagai perusahaan, terutama yang berada di Desa Lahei Mangkutub. Para pekerja itu semua mempunyai hak-hak yang benar-benar sebagai karyawan di PT MPP sesuai dari dinas ketenaga kerjaan.

“Jangan hanya pihak perusahaan menggunakan lelah kita sebagai masyarakat yang diperlukan, sementara kewajiban perusahaan tidak dilaksanakan,” ucap Kades Lahei Mangkutub, Jumat (16/7/2021).

“Harapan kami selaku kepala desa Lahei Mangkutub, terutama bukan hanya perusahaan ini saja, akan tetapi seluruh perusahaan di wilayah Desa Lahei Mangkutub, agar melaksanakan kewajibannya, apalagi telah memperkerjakan warga negara asing,” ucap Ugak. (kanalkalimantan.com/ags)

Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->