Connect with us

HEADLINE

Normalisasi Sungai di Cempaka, Pemko Banjarbaru Terkendala 70 Rumah di Bantaran Sungai

Diterbitkan

pada

Banjir yang terjadi di wilayah Cempaka pada awal tahun 2021. Foto : dok.kanalkalimantan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Permasalahan banjir masih menghantui wilayah Kota Banjarbaru, khususnya di wilayah yang rentan seperti di Kecamatan Cempaka. Diperlukan penguatan mitigasi banjir pada sejumlah wilayah rawan, termasuk melakukan normalisasi sungai. Pemko Banjarbaru masih terkendala puluhan rumah warga yang ada di bantaran sungai.

Datangnya banjir yang terjadi awal 2021 lalu, masih menyisakan trauma bagi warga Kecamatan Cempaka. Ketua Forum Kelurahan Cempaka, Sangsang mengatakan, banyak warga mengeluhkan sering terjadi genangan air akibat adanya galian lahan di Gunung Kupang, sehingga ada pendangkalan pada aliran sungai.

“Kami selalu was-was ketika hujan satu hari satu malam, takut terjadi banjir karena tidak lancarnya aliran air dari Cempaka menuju embung di komplek Gubernur,” katanya.

Lanjut Sangsang, ia menginginkan adanya normalisasi di Sungai Basung. Bagi warga Cempaka jika terjadi hujan dengan intensitas tinggal sehari semalam, maka akan mengakibatkan luapan air di Sungai Basung.



 

 

Banjir yang terjadi di wilayah Cempaka pada awal tahun 2021. Foto : dok.kanalkalimantan

Baca juga : Bikin Ketar-ketir, Pria Ini Mancing di Tengah Laut Naik Pelepah Pisang

“Bila hujan satu hari satu malam di Sungai Basung akan meluap dan pasti banjir, bahkan ketika banjir tidak hanya air saja melainkan lumpur juga ikut menghantam rumah warga,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin mengungkapkan, Pemko Banjarbaru berkaitan aktivitas galian C sudah beberapa kali berkirim surat ke Polres Banjarbaru serta Polda Kalsel.

“Sampai hari ini tidak ada tindak lanjut, banyak lahan galian tidak berizin atau ilegal sudah dimonitoring KPK, mereka beralasan untuk pematangan lahan, sudah disampaikan ke Polda dan Polres,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Aditya tentang normalisasi sungai di Kecamatan Cempaka, diakuinya sudah ada perencanaan mengenai normalisasi sungai, namun masih ada beberapa kendala.

Baca juga : Jaksa Bebaskan Pencuri Susu di Banjarmasin dari Tuntutan Hukum, Kasus Dihentikan

“Kita sudah merencanakan normalisasi sungai, kendalanya adalah banyak rumah-rumah yang ada di bantaran sungai,” ungkapnya.

Hal ini yang memperlambat rencana normalisasi sungai, diterangkannya, jika ingin dinormalisasi masyarakat harus berkorban, agar tidak ada lagi rumah di atas bantaran sungai.

Keberadaan rumah-rumah di sepanjang bantaran sungai dapat menghambat laju air ketika turun hujan. Bahkan tidak jarang masyarakat yang tinggal di sana sering kali menjadi korban paling awal kejadian banjir.

“Kami pemerintah kota siap, misalnya warga ingin mendapat rumah baru, insyaallah akan kita bangunkan, akan tetapi tidak di tempat yang sama, kita pindah. Warga yang tinggal di sungai itu kita pindah, sehingga sungai itu bisa dinormalisasi,” ungkapnya.

Baca juga : Air Laut Pasang, Warga Kawasan Siring Laut Diimbau Hati-Hati Munculnya Buaya!

Pemko Banjarbaru sudah melakukan pendataan, ada sekitar 70 buah rumah di atas bantaran sungai dengan sedimentasi sangat tinggi. Kondisi itulah menjadi terhalangnya air sehingga menyebabkan luapan air di sungai.

Lebih jauh, Pemko Banjarbaru merencanakan bekas tambang Galuh Cempaka sebagai pusat mitigasi banjir yang bertujuan untuk mengatur lalu lintas air di Kota Banjarbaru. “Nantinya di embung Galuh Cempaka ini akan dibuatkan kanal,” tandasnya.(kanalkalimantan.com/ibnu)

Reporter : ibnu
Editor : cell


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->