Connect with us

HEADLINE

Menyusuri Rawa Ekowisata Swargaloka di Desa Pulantani, Anyaman Purun Bisa Jadi Buah Tangan

Diterbitkan

pada

Menyusuri rawa di kawasan ekowisata Swargaloka Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten HSU. Foto: dew
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI – Setelah sekian lama dipersiapkan, ekowisata Swargaloka (Susur Awang Rawa Gambut dan Lokasi Kerajinan) di Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading, akhirnya diresmikan.

Peresmian dilakukan langsung Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H Abdul Wahid HK, Rabu (28/7/2021), didampingi Ketua TP PKK HSU Hj Anisah Rasyidah bersama pejabat Pemkab HSU.

Bupati HSU bersama rombongan berkesempatan berkeliling menyusuri rawa kawasan ekowisata Swargaloka di Desa Pulantani menggunakan kelotok atau perahu bermotor

Jarak tempuh sekitar 15 menit menuju gazebo Swargaloka yang digunakan juga sebagai menara pantau Karhutla. Pengunjung disuguhi pemandangan hamparan purun -tumbuhan khas rawa Gambut- sejauh mata memandang, membuat perjalanan sangat mengasikan.



 

 

Saat peresmian gazebo ekowisata Swargaloka beberapa produk kerajinan purun di sekertariat Bumdes yang bahan bakunya berasal dari kawasan rawa tersebut.

Bupati HSU mengapresiasi atas usaha yang dilakukakan Kepala Desa Pulantani bersama Sekretaris Desa dari lima desa yang ikut membantu memprakarsai hadirnya ekowisata Swargaloka, serta warga masyarakat dalam berbagai peningkatan wisata.

Baca juga: Suplai dari Pusat Lambat, Capaian Vaksinasi Daerah Rendah

“Apa yang berkaitan dengan tugas pemerintah daerah, kami nanti akan mengupayakan dengan sebaik-baiknya dan kami juga bersyukur kalau desa sudah menyatakan kesediaannya,” kata H Abdul Wahid.

Gazebo Swargaloka yang digunakan juga sebagai menara pantau Karhutla. Foto: dew

Ekowisata Swargaloka Desa Pulantani sendiri memiliki spot-spot instagmable yang menarik untuk berswafoto di media sosial. Spot utama yakni wisata susur awang rawa gambut, ada juga lorong amazon di Awang Kari, wisata pondok Swargaloka dan pondok pemantau api.

Iwan Hermawan, Ketua Pemrakarsa Ekowisata Swargaloka Desa Pulantani mengungkapkan, awal terciptanya ide ekowisata Swargaloka atas musyawarah bersama lima desa yang terjalin untuk membuat kawasan yang memanfaatkan kelestarian alam.

“Ada lima desa yaitu Desa Pulantani, Desa Tambak Sari Panji, Desa Jingah Bujur, Desa Kramat, dan Desa Haur Gading,” ujar Iwan.

Selain itu, kata Iwan dari lima desa tersebut memiliki lima kelompok kerajinan yang dapat dimanfaatkan kualitas sumber daya manusianya.

Produk kerajinan warga yang ditawarkan di ekowisata Swargaloka Desa Pulanti, Kecamatan Haur Gading, HSU. Foto: dew

“Jadi konsepnya adalah bagaimana memanfaatkan hasil sumber daya alam, bagaimana memanfaatkan kualitas sumber daya manusia melalui kelompok kerajinan dan juga bagaimana kita melestarikan alam itu sendiri,” pungkasnya.

Baca juga: Pemerintah Gonta-ganti Istilah Tangani Pandemi, Rizal Ramli: Mencla-mencle!

Kunjungan peresmian tersebut, Bupati dan Ketua TP PKK HSU melihat beberapa produk kerajinan purun yang bahan bakunya berasal dari kawasan tersebut.

Juga hadir dalam peresmian, Sekretaris DPD KNPI Kalsel, Ketua DPD KNPI HSU, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Kepala SKPD Lingkup Pemkab HSU, Kapolsek Haur Gading, Danramil Amuntai Utara, Camat Haur Gading, Kepala Desa Pulantani, serta tokoh masyarakat. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter: dew
Editor: bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->