Connect with us

HEADLINE

Menebar Bibit Kasih Sayang Bersama Istri Gus Dur di ‘NGP Ramadhan Camp’ Banjarbaru

Diterbitkan

pada

Anak-anak peserta NGP Ramadhan Camp memberikan cinderamata hasil karya mereka kepada Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Foto: rico

BANJARBARU, Buka puasa bersama kali ini terasa spesial bagi puluhan anak-anak peserta Nusantara Griya Permai (NGP) Ramadhan Camp, yang di gelar di musholla Uswatun Hasanah, RT 49/RW 05, Guntung Manggis, Landasan Ulin, Banjarbaru, Sabtu (25/5). Mereka dikunjungi tamu istimewa, yakni Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid yang tak lain istri Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Dan juga, mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin yang mendampingi beserta sejumlah rombongan lainnya.

Kedatangan Shinta dan juga Rudy Ariffin dalam acara yang dibalut Buka Puasa Bersama tak lain untuk menebarkan bibit kasih sayang, persaudaraan, serta saling menghormati akan adanya perbedaan sejak usia dini. Sebab tertanamnya nilai-nilai luhur tersebut, diharapkan akan mempola sebagai cara berpikir dan bertindak saat dewasa nanti.

Ini menjadi keprihatinan besar, dimana saat ini orang menjadi gampang tersulut amarah, caci-maki, serta semakin tipisnya rasa persaudaraan sebangsa. Maka pada moment buka puasa bersama yang digelar petang tadi, tema kegiatan yang diambil adalah ‘Dengan Berpuasa, Kita Padamkan Kobaran Api Kebencian dan Hoaks.’

Pada kesempatan tersebut, Shinta Nuriyah merasa sangat senang bisa berinteraksi dengan anak-anak yang akan menjadi penerus generasi masa depan. Jiwa keibuan terpancar dari ketelatenannya mengajak dialog anak-anak peserta NGP Ramadhan Camp. “Kalian adalah calon penerus. Mulai sejak dini harus sudah menanam jiwa positif. Kenali apa itu Bhineka Tunggal Ika, karena itu adalah pedomonan kita,” katanya.

Ia mengatakan, perbedaan suku, agama, dan budaya, merupakan kekayaan yang harus terus dijaga bersama. Sebab dengan demikian, akan mampu hidup bersama dengan damai dan saling menghormati. “Seperti juga di sini, tentu ada banyak latar belakang perbedaan. Baik suku maupun agama,” ungkapnya.

Shinta Nuriyah juga memberikan nasihat agar memiliki sifat yang jujur dan menghindari hal-hal negatif seperti korupsi maupun memfitnah. Sebab sikap tersebut akan menjadi penyebab berbagai persoalan bangsa. “Kejujuran itu penting. Maka sekarang saya mau tanya, siapa di antara kalian yang tadi tidak berpuasa?” tanya dia kepada puluhan anak-anak yang hadir.

Beberapa anak pun sontak ada yang mengacungkan tangan.

“Saya.. saya!!” katanya.

“Oh ya, bagus.. berarti kalian telah jujur,” timpal Shinta Nuriyah yang disambut tawa anak-anak lain dan warga yang hadir.

Sebelumnya, panitia mengatakan bahwa NGP Ramadhan Camp komitmen mengajarkan nilai-nilai persaudaraan dan menghormati perbedaan. Selain juga berbagai keterampilan dan pengetahuan pada acara kemah yang berlangsung selama 10 hari ini.

Sekertaris panitia Istiqomah, SPd.I mengatakan, buka puasa bersama Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid ini merupakan acara penutup dari rangkaian kegiatan sebelumnya. Dimana berbagai hal yang memacu kreatifitas anak sejak dini seperti menggambar, membuat berbagai prakarya, literasi, belajar sains, hingga mendongeng, menjadi salah satu pelajaran harian. “Demikian juga menyangkut agama kita mengajarkan sholat, hafalan surat pendek, hingga doa harian. Tak kalah penting pada acara ini kita juga ajarkan untuk saling menghargai sesama umat beragama,” ungkapnya.

Sebab dari 60 anak  yang mengikuti NGP Ramadhan Camp ini, kata Istiqomah, 7 anak di antaranya adalah non muslim. “Jadi dalam kegiatan ini kita tidak ada membedakan, tapi justru mengajarkan mereka untuk saling menghargai dan memperat silahturahmi terhadap sesama tanpa memandang agama, suku, dan adat,” katanya.

Menambahkan, Ketua Panitia Penyelenggara, Masneg Ratna Rahmawaty MA mengatakan, diadakannya kegiatan positif seperti ini juga dalam rangka menghindarkan dari ketergantungan Gadget. Sehingga sebagai alternatif, mereka diajak bermain bersama melalui permainan edukatif.

“Ini artinya kita ingin yang terbaik untuk anak-anak dan mereka tau perbedaan tidak menghalangi kita untuk bersama. Tentu saja, kehadiran ibu Shinta di sini bersama juga Bapak Rudy Ariffin juga menjadi penyemangat bagi anak-anak,” katanya.

Masneng mengatakan, di tengah keterbatasan sarana penunjang kegiatan seperti buku, alat bermain kreatif, dan sarana pendukung lain, ibu-ibu warga Kompleks NGP tetap semangat memberikan sesuatu secara maksimal. “Meskipun kami berharap bahwa ke depannya memiliki berbagai kelengkapan itu untuk menunjang kegiatan kedepannya,” kata Masneng.

Sementara itu, Rudy Ariffin dalam sambutannya sedikit bernostaglia seputar pengalamannya menjabat gubernur selama dua periode. Sebelum itu, Rudy mengaku sudah mengenal Gus Dur dan istrinya atau sejak ia menjabat sebagai Sekda, dan Bupati Banjar. “Gus Dur dan Bu Shinta sering datang ke Martapura karena saat itu masih ada Abah Guru Sekumpul. Bahkan sampai saya maju jadi Gubernur, ulun (saya) minta izin sama Gus Dur. Alhamdulillah lancar jadi gubernur dua periode,” katanya.

Selama menjadi orang nomor satu di Kalsel, Rudy bercerita seputar keberhasilannya memindahkan pusat pemerintahan dari Banjarmasin ke Banjarbaru. Dan kini ia bersyukur Kota Idaman mengalami kemajuan yang pesat.

Kedatangan Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di Kota Banjarbaru ini merupakan rangkaian kegiatan Sahur keliling 2019 yang dilaksanakan di sejumlah kota di Indonesia. Istri Presiden RI keempat, Gus Dur ini telah berkeliling sejak awal ramadhan dan akan mengakhiri kegiatannya di Provinsi Jawa Timur pada tanggal 1 Juni 2019.

Yang menarik, pada kegiatan tersebut anak-anak peserta NGP Ramadhan Camp memberikan kenang-kenangan khusus kepada Shinta Nuriyah berupa hasil karya mereka selama mengikuti kegiatan. Tentu saja, hal ini menjadikan Shinta yang dikenal juga sebagai aktivis perempuan ini terharu. (rico)

Reporter:Rico
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->