Connect with us

Jawa Timur

Mencoba Bunuh Diri ke Laut, Anak 4 Tahun Nangis Panggil Ayahnya

Diterbitkan

pada

Korban percobaan bunuh diri di Dermaga Situbondo.Foto: Suarajatimpost

KANALKALIMANTAN.COM – Kariyanto sedang asyik memancing di Dermaga Pelabuhan Jangkar Situbondo saat tiba-tiba mendengar suara tangisan bocah 4 tahun sambil panggil-panggil bapaknya, Sabtu (19/2/2022) sekitar pukul 14.30 WIB.

Pria 40 tahun itu segera menghambur, berlari mencari sumber suara bocah menangis tersebut. Setelah ketemu, benar saja, ternyata bapaknya sudah tenggelam di laut. Kariyanto segera melompat menolong korban.

Saat itu kawasan dermaga segera gempar. Orang-orang yang mengetahui peristiwa itu segera berhamburan melihat proses evakuasi heroik tersebut. Bapak si bocah berinisial FRY (30) tersebut mencoba bunuh diri.

FRY merupakan warga Arjasa, Situbondo. Ia mengontrak sebuah rumah di dekat dermaga. Diduga Ia sedang mengalami depresi berat hingga memilih menceburkan diri ke laut.



 

 

Baca juga: Kado Terindah Satu Tahun Kepemimpinan Aditya-Wartono, Banjarbaru Ibu Kota Kalsel!

“Saat saya sedang memancing, mendengar suara tangisan anak laki laki sekitar umur 4 tahun dengan memanggil manggil bapaknya. Setelah saya dekati, ternyata bapaknya sudah tenggelam di laut,” kata Kariyanto seperti dikutip dari suarajatimpost.com jejaring media suara.com.

Melihat bapak dari anak tersebut tenggelam, lanjut Kariyanto, dirinya langsung melompat dan berupaya menyelamatkan korban.

“Saya langsung melompat kelaut menolong korban. Korban berhasil saya bawa kedermaga dalam keadaan selamat,” katanya menambahkan.

Anggota TNI AL Pos Kamla Jangkar Kopka AL Supardi membenarkan peristiwa percobaan bunuh diri yang dilakukan seorang pria dengan membawa anaknya di dermaga pelabuhan jangkar.

Baca juga: Pemuda Kalsel Ditangkap FBI-Interpol, Bikin Alat Peretas 16Shop, Bobol 70 Ribu Akun di 43 Negara

“Setelah menerima laporan dari warga, kami bersama anggota Polsek dan Koramil Jangkar langsung mendatangi lokasi. Namun korban sudah dievakuasi oleh warga ke Puskesmas setempa dengan menggunakan Becak,” kata dia.

Setiba di Puskesmas, lanjut Kopka Supardi, guna mendapat pertolongan, korban langsung dilakukan tindakan medis. Dari keterangan keluarga, korban depresi.

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis, kondisi korban sudah stabil dan normal. Selanjutnya, petugas menyerahkan korban kepada kedua orangtuanya. Korban diduga depresi karena masalah keluarga dan ditinggal istrinya,” katanya menegaskan. (Kanalkalimantan.com/Suara.com)

 

Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecederungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Editor : kk


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->