Connect with us

HEADLINE

Maulidan Anwar, Anak Muda Kalsel Terima Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi!

Diterbitkan

pada

Maulidan Anwar yang mendapat penghargaan anugerah Kebudayaan Foto : tribun

JAKARTA, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali memberikan Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi. Ajang penghargaan yang dilaksanakan sejak 2012 ini menjadi bentuk apresiasi untuk menguatkan karakter bangsa. Salah satu dari 59 tokoh yang mendapat penghargaan ini, adalah Muhammad Maulidan Anwar, pemuda asal Kalsel yang memangkan kategori anak dan remaja!

Pada tahun ini, sebanyak 59 tokoh dari delapan kategori akan mendapatkan peghargaan di acara puncak yang berlangsung pada Kamis (10/10) besok. Para penerima anugerah kebudayaan ini begitu beragam, dari anak muda hingga yang telah meninggal dunia. Mereka di antaranya Ki Enthus Susmono (almarhum) dan Djudjuk Srimulat (almarhumah), hingga peneliti Jepang Akiko Kawaguchi.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengusulkan nama-nama yang dianggap layak ke Sekretariat Negara. Beberapa nama itu kemudian dinilai oleh Dewan Tanda Kehormatan sebagai penerima Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan, untuk kelas Bintang, yaitu Bintang Mahaputra, Bintang Budaya Parama Dharma, dan kelas Satyalancana Kebudayaan. “Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga memiliki program dan penghargaan Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi,” demikian tertulis dalam siaran pers dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam pemberian penghargaan ini, pemerintah menilai hal-hal yang bersifat positif dan memberikan dampak strategis pada pelestarian kebudayaan. Unsur positif itu mencakup perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, sosok atau tokoh di balik karya yang dibuatnya, serta memiliki komitmen kuat terhadap pewarisan nilai-nilai kebudayaan, baik yang benda maupun tak benda.

Beberapa nama penerima penghargaan sudah cukup dikenal oleh masyarakat. Sebut saja, Ki Enthus Susmono (almarhum), Djudjuk Srimulat (almarhumah), Eka Kurniawan, Ade Dharmawan, Restu Imansari Kusumaningrum, Martinus Miroto, Purwa Tjaraka, Rose Pandanwangi, Amrus Natalsya, Jemek Supardi, Akiko Kawaguchi.

Adapun mereka yang menerima Gelar Tanda Kehormatan dari Presiden RI terdiri dari Bintang Mahaputra (dua orang), Bintang Budaya Parama Dharma (tiga orang), dan Satyalancana Kebudayaan (delapan orang). Sementara penerima penghargaan lainnya dengan kategori Pencipta dan Pelopor (10 orang), Pelestari (10 orang), Anak dan Remaja (lima orang), Maestro Seni Tradisi (lima orang), pemerintah daerah (lima), komunitas (tujuh kelompok) dan perorangan asing (empat orang).

Sosok Maulidan Anwar

Maulidan Anwar adalah remaja yang aktif dalam kesenian Balamut. Seni tradisi asal Banua ini, dianggap ‘sebelah mata’ dan ketinggalan zaman, sehingga kurang diminati anak muda.Namun, anggapan itu berhasil dimentahkan Muhammad Maulidan Anwar, palamutan milenial.

Lewat kecangkalannya menampilkan kesenian bertutur yang hampir punah diberbagai tempat, malah menghantarkannya akan tampil berkolaborasi diacara konser nasional bersama grup band ternama asal Bandung, Krakatau.

Rencananya kolaborasi itu akan disaksikan Mendikbud RI, pejabat di lingkungan Kemendikbud RI, Kementerian atau lembaga terkait serta media massa nasional.

“Kemarin saya mendapat surat dari Kemendikbud RI diminta tampil Balamut berkolaborasi dengan Krakatau Band diacara penyematan Anugrah Kebudayaan Nasional di Jakarta, Kamis (10/10) malam,” kata Maulidan, Minggu (6/10).

Menurut remaja kelahiran Banjarmasin, 24 Mei 2003 lalu ini, dirinya tak menyangka sama sekali bisa berkolaborasi dengan band yang dimotori Dwiki Darmawan dan kawan-kawan.

Mengingat akan tampil bersama dengan Krakatau yang pernah tampil di Eropa, Amerika, Kanada, Asia bahkan Amerika Latin ini, Maulidan pun mempersiapkan diri dengan latihan rutin Balamut di rumah. “Saya akan berusaha tampil maksimal, sehingga bisa mengangkat Balamut di nasional,” jelasnya dilansir tribunews.com.

Siswa kelas XI MIPA 1 SMAN 7 Banjarmasin ini masih belum mengetahui secara persis bentuk kolaborasinya. “Setelah saya di Jakarta, baru dibicarakan bagaimana bentuk kolaborasinya. Saya pun diminta membawa sendiri properti terbang,” tandasnya.

Maulidan pun mengaku sangat bangga bisa berkolaborasi dengan Krakatau Band. Sebelum tampil di Jakarta, Maulidan pun Balamut di acara tradisi Tari Manopeng di Banyiur, 22 September 2019 dan Festival Kampoeng Banjar di samping kediaman Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Apalagi mempelajari Balamut dari Maestro Balamut Gusti Jamhar Akbar tahun 2017 atau masih kelas IX SMP. (tmp/trb/dtc/cel)

Reporter : Tmp/trb/dtc/cel
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->