Connect with us

Kab. HSU

Manfaat Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) “Sabina” bagi Warga

Diterbitkan

pada

Rumah singgah Sabina yang dirasakan manfaatnya untuk masyarakat sekitar Foto: dew

AMUNTAI, Tidak hanya dirasakan manfaatnya bagi warga di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), keberadaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) Sayang Bini dan Anak “Sabina” juga dirasakan warga di luar kabupaten. Hal itulah yang dirasakan oleh para pasien dan keluarga pasien pengguna rumah tunggu kelahiran yang notabene merupakan ibu hamil pra atau pasca persalinan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pambalah Batung Amuntai.

Rumah Tunggu Kelahiran Sabina yang berada di jalan Kuripan kelurahan Murung Sari ini juga tepat berdekatan dengan RSUD Pambalah Batung Amuntai. Sehingga dapat dijadikan tempat tinggal sementara yang mempermudah ibu hamil dan pendampingannya hingga proses persalinan.

Kendati, keberadaan RTK sudah sekitar satu setengah tahun disiapkan oleh pemerintah kabupaten HSU, namun sebagian besar dari pada masyarakat tidak mengetahui akan keberadaannya dan apa fungsinya.

Salah seorang keluarga pasien Muhammad Effendi asal Kota Tamiyang Layang Kabupaten Barito Timur mengaku bersyukur dan berterima kasih atas bantuan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah kabupaten HSU, meski ia berasal dari kabupaten tetangga.

Menurutnya, ia bersama istrinya yang baru melalui proses persalinan merasa terbantu dengan adanya RTK ini. Karena pasca melahirkan istrinya diharuskan menunggu instruksi dari pihak rumah sakit untuk dapat memberikan ASI eksklusif kepada bayinya yang baru lahir dengan kondisi prematur. “Kami lebih nyaman di sini, dibandingkan di tempat saudara, karena dapat senantiasa menjenguk anak kami,” kata Effendi.

Ia menambahkan, dengan adanya RTK yang keberadaannya tidak jauh dari rumah sakit ini, meski bola-balik rumah sakit untuk memberikan ASI Ibu kepada bayinya. Ia mengaku bersyukur sudah dibantu dengan adanya rumah tunggu yang lumayan nyaman. “Ditambah lagi dengan pemberian konsumsi berupa makanan 3 kali sehari selama 3 hari yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten HSU ini,” pungkasnya.

Hal serupa juga diungkapkan Baihaqi asal Danau Panggang, ia mengaku lebih mudah menjenguk istri dan menjaga anak pertamanya saat berada di RTK. Karena proses persalinan yang mengharuskan istrinya mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit Pambalah Batung.

“Sambil menunggu istri dan anak saya yang baru dilahirkan, saya merasa nyaman disini bersama anak pertama saya yang kecil ini,” tuturnya.

Sementara itu Kabit Kesmas Dinkes HSU Eddy Hadriyannor saat melakukan peninjauan RTK mengungkapkan, keberadaan rumah tunggu kelahiran ini disediakan Pemkab HSU sejak 2017 lalu. Rumah singgah ini diprioritaskan untuk ibu hamil yang memiliki resiko tinggi agar dapat memberikan kemudahan selama proses persalinan baik sebelum maupun sesudah persalinan.

“Keberadaan RTK ini sebenarnya sebagai program pemerintah untuk menekanan kematian ibu dan anak tidak hanya untuk warga masyarakat HSU akan tetapi juga warga masyarakat diluar HSU.” terang Yayan, sapaan kesehariannya.

Disamping digunakan oleh para ibu hamil yang berisiko, selama ini penggunaan rumah tunggu kelahiran yang mempunyai empat kamar siap pakai ini, biasanya juga ditempati oleh para pasien bersama keluarganya yang tempat tinggalnya berada jauh dengan kota atau rumah sakit Pambalah Batung Amuntai.

Dirinya menambahkan, disamping akomodasi pemberian makanan 3 kali sehari pagi pasien dan keluarga pasien. Namun ada syarat dan ketentuan untuk dapat menginap di RTK ini seperti ibu hamil yang tempat tinggalnya jauh dari fasilitas kesehatan, ibu hamil yang beresiko, serta selama menginap dapat didampingi 2 orang keluarganya.

“Adapun ketentuannya antara lain dapat menghubungi langsung pembina RTK, sudah mendapatkan rekomendasi dari tenaga kesehatan yang merujuk, serta membawa identitas diri seperti KTP/SIM serta Jaminan Kesehatan lainnya seperti BPJS dan Asuransi Kesehatan lainnya apabila ada.” Imbuhnya.

Ditemui terpisah Kadinkes HSU dr H Agus Fidliyansyah menuturkan, keberadaan RTK ini sebagai salah satu pemanfaatan program-program pemerintah bidang kesehatan melalui Dana Anggaran Kesehatan (DAK) non fisik Kemenkes. Menurut Agus, melalui RTK ini juga dapat memberikan kemudahan bagi petugas medis untuk mengontrol kondisi ibu hamil dan anaknya sebelum atau sesudah persalinan berlangsung. “Mudah mudahan dari penangan yang cepat, ibunya selamat anaknya juga selamat,” harapnya.

Selain RTK Sabina yang berdekatan dengan RSUD Pambalah Batung Amuntai, di Kabupaten HSU ada satu buah RTK lagi yang berada di kecamatan Amuntai Utara, berdekatan dengan Puskesmas Sungai Turak.(dew)

Reporter:Dew
Editor:KK

Bagikan berita ini!
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares
-->