Connect with us

RELIGI

LPPTKA BKPRMI Barsel Menggelar Ramadhan Hapal Al Qur’an

Diterbitkan

pada

Ustadz HM Sibawaihi beserta para hafidz yang ikut serta dalam kegiatan Ramadhan Hapal Al-Quran. Foto : digdo

BUNTOK, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al Qur’an (LPPTKA)  Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Barito Selatan (Barsel) melaksanakan kegiatan Ramadhan  menghapal Al Qur’an.

Ketua LPPTKA BKPRMI Barsel, Ustadz HM Sibawaihi mengatakan, dalam mengisi waktu libur panjang di bulan Ramadhan ini, pihaknya melaksanakan kegiatan tahfidz Al Qur’an selama 20 hari.

“Jadi di musim libur, anak-anak kami arahkan ke hal positif dengan karantina kegiatan tahfidz Qur’an selama 20 hari,” kata Sibawaihi kepada Kanalkalimantan.com, di Masjid Agung Buntok Kamis (9/5/2019).

Ia juga mengatakan, animo dari orang tua santri yang ingin anaknya mengikuti kegiatan sangat tinggi, namun kebanyakan terkendala dalam hal biaya yang cukup besar yakni 3,5 juta untuk biaya seluruh kegiatan.

“Jadi dari biaya tersebut, semua sudah kita tanggung dari pemondokan di hotel keluarga, loundry, transport dan lain-lain selama 20 hari untuk kegiatan ini,” ungkap Sibawaihi.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya juga telah melaksanakan tes spesifikasi untuk pembagian dalam klasifikasi kelompok mana santri tergabung.

Ia juga mengungkapkan untuk peserta selain dari Barsel, juga ada peserta dari luar seperti Bartim dan Pulang Pisau yang ikut kegiatan Tahfidz Qur’an ini.

“Jadi yang ikut karantina Tahfidz Qur’an atau mabit kurang lebih 10 orang dan non mabit kebanyakan dari warga lokal dalam kota Buntok sendiri. Jadi untuk non mabit pesertanya ikut dari mulai jam 6 pagi hingga jam 5 sore dan untuk mabit ikut kegiatan keseluruhan,” tutur Sibawaihi.

Ia pun berharap lewat kegiatan ini bisa memberikan 1 rumah 1 tahfidz kedepannya. Kiranya ini bisa mengetuk hati masyarakat untuk dapat ikut berpartisifasi menjadi donator atau dermawan untuk mendaftarkan peserta yang tidak mampu tapi memiliki prestasi yang baik.

“Kalau memang tidak ada orang tua yang bisa, paling tidak orang disekitarnya untuk bisa dibantu diikutkan atau dibiayai untuk ikut kegiatan tahfidz Qur’an ini,” pungkas Sibawaihi. (digdo)

Reporter : Digdo
Editor : Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->