Kisah Yayuk Hartini, Guru Berprestasi yang Belajar Sistem Pendidikan di Belanda - Kanal Kalimantan
Connect with us

Pemkab Banjar

Kisah Yayuk Hartini, Guru Berprestasi yang Belajar Sistem Pendidikan di Belanda

Diterbitkan

pada

Yayuk mendapat pengalaman berharga selama kursus pendidikan di Belanda. Foto : rendy/istimewa

MARTAPURA, Selama 28 hari mengikuti pendidikan short cource (kursus singkat) di Eropa, Yayuk Hartini , M.Pd, guru pengajar asal SDN Indrasari 1 Martapura, mengaku terkesan pada pola pendidikan dan pembelajaran di Belanda.

Yayuk Hartini  yang merupakan  guru pengajar berprestasi tingkat nasional asal SDN Indrasari 1 Martapura ini mendapatkan kesempatan oleh Kementrian berkunjung ke Belanda beberapa saat yang lalu. Yayuk menjelaskan, tujuan selama 28 hari mengikuti short cource ke Belanda adalah pembelajaran untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang sistem pendidikan serta pengembangan profesionalisme guru, metode pengajaran, strategi penilaian, pengembangan kurikulum serta tentang apa saja yang bisa dipelajari untuk bisa diterapkan di Kabupaten Banjar.

“Selama mengikuti short cource di Belanda kebetulan setiap hari kami juga harus berangkat ke Universitas Leiden yang merupakan Universitas tertua di Belanda untuk belajar dan dibeberapa kesempatan juga berangkat kesekolah untuk mengajar, serta melihat system penerapan guru mengajar di sana,” akunya.

Ketika ditanya kanalkalimantan terkait apa saya yang bisa dipelajari dan mungkin bisa implementasi untuk kemajuan pendidikan di Kabupaten Banjar, Yayuk menceritakan Belanda memang mempunyai sistem yang benar-benar bagus. Menurutnya disana tidak ada istilah seperti sekolah unggulan, sekolah model dan lain sebagainya karena sekolah sama rata dalam hal kualitas.

Menurut Yayuk, di Belanda penanaman karakter juga sudah diterapkan pada anak usia dini tingkat pertama (setara TK), dan pada tingkatan tersebut memang tidak diajarkan cara-cara membaca, cara membaca hanya diajarkan pada anak di usia 7-9 tahun.


 “Yang terpenting saya tertarik dengan pola higher order the thinking skill di sana yang mana anak memang diajak untuk belar berpikir tingkat tinggi. Jadi tidak cuma hapalan dan mengejar nilai, di sana anak-anak belajar enjoy jadi tidak banyak beban yang harus dia pikul seusia anak-anak tersebut,” jelas Yayuk.

Masih menurut Yayuk, Indonesia mempunyai banyak sekali nilai karakter yang harus dikembangkan oleh sekolah jika dibanding dibelanda ada banyak yang bisa ditiru seperti salah satunya menjungjung tinggi aspek kedisiplinan, integritas, bagaimana untuk saling bekerja sama terutama dan kemandirian yang dimiliki setiap orang dibelanda.

“Aspek kemandirian terutama saya pikir bisa benar benar harus diterapkan dan ditirukan untuk kita ikutin, karena mandiri membuat kita tidak tergantung dan bisa memutuskan untuk bisa menjadi seseorang yang baik, sehingga bisa belajar dengan mudah,” pungkasnya.

Sementara itu masih ditempat yang sama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar H. Gusti Ruspan Noor,SE.,MM mengatakan, tahun ini pihaknya sangat beruntung karena ada salah satu guru didaerah Kabupaten Banjar dapat berkesempatan berangkat bersama sekitar 13 orang untuk mengikuti shortcource di Belanda.

“Saya berharap dengan bekal pembelajaran dan pengalaman yang didapat disana, sedikit banyaknya bisa kita terapkan di tempat kita agar kualitas Pendidikan di Kabupaten Banjar bisa lebih baik lagi,” harapnya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan