Connect with us

Kab. HSU

KH Hamdan Khalid, Tokoh Ulama HSU Meninggal Dunia

Diterbitkan

pada

Warga mengantar berpulangnya almarhum KH Hamdan Khalid Foto: dew

AMUNTAI, Kabar duka datang dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Telah berpulang ke rahmatullah, ulama sepuh KH Hamdan Khalid. Lc yang selama ini menjadi Dewan Penasihat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten HSU.

Ucapan bela sungkawa disampaikan langsung oleh Ketua MUI Kabupaten HSU KH Said Masrawan disela-sela kegiatan takziah. “Kami merasa kehilangan, dengan meninggalnya almarhum KH Hamdan Khalid. Beliau merupakan ketua dewan pertimbangan MUI Kabupaten HSU oleh karenanya kami segenap pengurus mendoakan semoga segala amal ibadah beliau diterima dan diampuni Allah SWT,” katanya.

KH Hamdan Khalid wafat di usia 83 tahun, sekitar pukul 05.30 Wita, Senin (27/5) setelah sempat mendapat perawatan di RSUD Pembalah Batung Amuntai. Almarhum disemayamkan di rumah duka di Desa Tangga Ulin Kecamatan Amuntai Tengah.

Almarhum merupakan putra bungsu dari Syekh KH. Muhammad Khalid yang lahir di Amuntai, 10 Januari 1936. Sewaktu kecil beliau bersekolah di SR As-Salam Martapura, dan terus masuk Ponpes Darussalam Martapura pada tahun 1956.
Pada tahun 1962 menimba ilmu pada ‘Ulya Al-Azhar, kemudian melanjutkan ke Fakultas Syari’ah Universitas al-Azhar Kairo Mesir tahun 1965, dan Dirasah Ulya Tarikh fi Uly tahun 1966.

Beliau pernah menjadi Dosen pada fakultas Ushuluddin di Amuntai (1967), Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin IAIN Antasari (1977-1983), Kepala Madrasah Aliyah Normal islam Puteri Rakha (1948-1952), menjabat sebagai Hakim Agung pada kantor Pengadilan Agama, Ketua Pengadilan Agama Amuntai (1986-1997), Anggota Dewan Pembina Ponpes Rakha (2012-2017), Ketua Baznas Kabupaten HSU, serta pernah menjabat sebagai Ketua MUI Kabupaten HSU, dan kemudian menjadi Ketua Dewan pertimbangan Fatwa MUI Kabupaten HSU sampai beliau wafat.

KH Hamdan Khalid juga rutin mengisi pengajian di Majelis Taklim “Al-Khalidiyah” Tangga Ulin dan “al-Ma’arif” Amuntai. KH. Hamdan termasuk ulama yang gigih memberantas sekaligus meluruskan aliran-aliran yang menyimpang dari ajaran islam yang sebenarnya. Diantara kitab atau risalah yang berkaitan dengan hal tersebut, yang ditulis oleh beliau adalah : “Agenda Khusus Dialog Kitab Ad-Durun Nafis”.

Usai sholat zhuhur, Jenazah KH. Hamdan Khalid langsung dibawa ke Langgar Nurul Iman untuk disholatkan oleh ratusan warga masyarakat, dan langsung dikebumikan di pemakaman keluarga KH M. Khalid Desa Tangga Ulin.

Tampak hadir dalam takziah serta proses pemakaman Bupati HSU H. Abdul Wahid HK beserta jajaran, Pejabat Forkopimda HSU, Keluarga Besar MUI HSU, Ketua DPRD HSU, tokoh-tokoh agama serta ratusan warga HSU yang merasa kehilangan salah satu tokoh ulama di HSU. (dew)

Reporter:Dew
Editor:Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->