Dishut Prov Kalsel
Kawasan Tahura Alami Kerusakan dan Perubahan Vegetasi, Dishut Kalsel Rencanakan Percepatan Pemulihan Ekosistem!
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dalam rangka percepatan pemulihan ekosistem di Tahura Sultan Adam Mandiangin, Dishut Prov Kalsel mengadakan pertemuan dengan mengundang perwakilan BPDAS Barito, KHDTK Universitas Lambung Mangkurat, Balai Penelitian Kehutanan Banjarbaru dan BKSDA Kalsel, Rabu (22/6/2022).
Rapat tersebut dilaksanakan di Aula Rimbawan 3 Dishut Kalsel ini, turut dihadiri Kepala Tahura Sultan Adam Ainun Jariah yang secara langsung memaparkan terkait rencana percepatan pemulihan ekosistem di kawasan Tahura Sultan Adam.
Adapun rencana percepatan pemulihan ekosistem di Tahura, kata Aiunun lantaran kawasan ini mulai mengalami kerusakan dan perubahan vegetasi. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor.
“Kawasan konservasi Tahura saat ini mengalami kerusakan dan perubahan vegetasi yang disebabkan oleh kegiatan penebangan pohon liar(Illegal Logging), perambahan, penambangan, kebakaran serta bencana alam,” katanya.

Baca juga : Jokowi Mulai Pembangunan Istana Negara di IKN Nusantara Juli 2022
Selain itu, lanjut Ainun kerusakan ini juga disebabkan oleh jenis-jenis eksotik yang bersifat invasive. Sehingga ucapnya rencana pemulihan ekosistem ini nantinya akan menjadi acuan standar dalam pelaksanakan pemulihan ekosistem di Tahura Sultan Adam.
“Untuk pemulihan ekosistem di Tahura Sultan Adam sendiri memang sudah dilakukan dengan adanya kegiatan Rehabilitasi DAS yang juga dilaksanakan 36 perusahaan dalam hal tersebut targetnya sudah ditentukan dengan jenis kayu kayuan dan jenis MPTS (Multi Purpose Tree Species) namun yang belum kita lakukan di Tahura adalah pembinaan habitat dan pembinaan populasi dalam kesempatan ini mungkin bisa disampaikan mengenai masukkan dan saran terkait untuk kegiatan pembinaan habitat dan pembinaan populasi yang akan dilaksanakan Tahura Sultan Adam nantinya” paparnya Ainun Jariah.
Panjta Satata Selaku Kabid Perlindungan Dan Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem Dishut Kalsel dalam kesempatannya menanggapi dengan memberikan saran terkait pernyataan yang disampaikan Kepala Tahura SA.
Menurut Pantja kondisi di Tahura saat ini perlu disiasati dengan melakukan kegiatan pelepasliaran satwa. Termasuk pula melakukan himbauan kepada masyarakat bahwasannya di kawasan tersebut ada blok pelepasliaran satwa yang di lindungi maupun yang tidak dilindungi baik itu satwa yang agak buas maupun tidak buas.
Baca juga : Diresmikan! Kabupaten Balangan menjadi Unit Kerja Keimigrasian ke-24
“Yang mungkin bisa diberitahukan bisa menggunakan sarana plang peringatan atau pemberitahuan agar masyarakat yang ingin dan berniat mengganggu Kawasan konservasi tersebut tidak jadi mengganggu areal tersebut serta dapat memperbaiki ekosistem di Tahura Sultan Adam Mandiangin,” tuturnya.
Secara panjang lebar dalam percepatan pemulihan ekosistem di Tahura Sultan Adam Mandiangin tersebut diadakan diskusi bersama agar menemukan solusi mengenai perbaikan dan percepatan pemulihan ekosistem di Tahura Sultan Adam.(kanalkalimantan.com/al)
Reporter : al
Editor : kk
-
HEADLINE2 hari yang laluKapal Virgo Transport 8 Dibangun 1987, Baru Operasi 8 Juli Layani Rute Surabaya-Banjarmasin
-
HEADLINE3 hari yang laluTenggelam di Laut Jawa, Kapal Virgo Transport 8 Rute Surabaya-Banjarmasin Angkut 243 Orang
-
HEADLINE2 hari yang laluEnam Meninggal Dunia, 103 Orang Dievakuasi dari Kapal Virgo Transport 8
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPeduli Keselamatan Relawan Pemadam, Bupati Banjar Serahkan 350 Alat Pelindung Diri
-
HEADLINE2 hari yang laluMenhub: KNKT Investigasi Kecelakaan Kapal Virgo Transport 8
-
Kabupaten Balangan3 hari yang lalu20 Santri Balangan Diberangkatkan ke Hadramaut


