Connect with us

Kabupaten Banjar

Kalah Bersaing, PUPR Banjar : Kontraktor Lokal Harus Melek Teknologi

Diterbitkan

pada

Kadis PUPR Banjar M Hilman. foto : dok.kanalkalimantan

MARTAPURA,  Puluhan kontraktor lokal yang tergabung dalam persatuan kontraktor Banjar protes kurang mendapat porsi pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjar di era pemerintahan Bupati Banjar KH Khalilurrahman.

Kepala Dinas PUPR Banjar M Hilman katakan ada perbedaan presepsi, kontraktor lokal di tuntut melek teknologi.

“Kita sudah rutin mengadakan pertemuan pada saat pembinaan kontruksi melalui pembinaan forum masyarakat jasa konstruksi terutama di awal dan akhir tahun anggaran,  yang kami dengar mereka minta pembinaan,  pembinaan yang mereka maksud itu sebenarnya sudah kita laksanakan,” jelas M Hilman, Kanalkalimantan.com.

Lebih jauh Hilman mengatakan, tugas Pemkab Banjar dalam pembinaan terhadap jasa konstruksi telah tertuang dalam Undang-Undang nomor 2 tahun 2017. Berdasarkan peraturan tersebut Kabupaten Banjar sebelumnya juga sudah membangun tim pembina jasa konstruksi di Kabupaten Banjar.

“Seiring dengan bidang jasa konstruksi sekretariatnya ada di Dinas PUPR Banjar sendiri,  kita sudah melaksanakan pembinaan agar mereka para kontraktor lokal siap bersaing. Jadi sebenarnya mereka itu sudah kita fasilitasi untuk mempersiapkan dan terjadi peningkatan kompetensi untuk mereka sendiri,” paparnya.

Selain itu diakui Hilman para kontraktor lokal juga diberikan fasilitas untuk mendapatkan sertifikat keterampilan secara gratis, begitu juga penanggungjawab teknis usaha. Diharapakan dengan dilakukannya pembinaan tersebut dapat meningkatkan kompetensi bagi para kontraktor lokal sehingga siap untuk bersaing.

“Sebenarnya sebelum mereka ke DPRD Banjar beberapa waktu yang lalu kita sudah bertemu,  ternyata yang mereka sampaikan terkait pengadaan barang dan jasa,  ini tahun pertama sekarang prosesnya harus melalui aplikasi seiring dengan implementasi aturan itu. Jadi bagi kontraktor yang menginginkan dapat pekerjaaan maka diharuskan untuk mendaftarkan diri di Sistem Informasi Kinerja Penyedia jasa (Sikap),” jelasnya lagi.

Melewati aplikasi Sikap penyedian barang dan jasa akan diproses,  dalam aplikasi tersebut nantinya akan menampilkan bintang seleksi sehingga diketahui siapa yang terbaik.  Sehingga melalui sistem tersebut ada pemerataan yang bisa dimanfaatkan para kontraktor lokal. (rendy)

Reporter:rendy
Editor:bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->