Connect with us

Kota Banjarbaru

Juli-September Diprediksi Kemarau, BPBD Banjarbaru Mulai Ambil Langkah Antisipasi Karhutla

Diterbitkan

pada

Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru Zaini. Foto: humprobanjarbaru
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diantisipasi BPBD Banjarbaru bersama instansi terkait lain. Rapat koordinasi dilakukan persiapan pelaksanaan apel kesiapsiagaan Karhutla Kota Banjarbaru, di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru,Selasa (29/6/2021).

Dihadiri Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Said Abdullah didampingi Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Banjarbaru Zaini, perwakilan Kodim 1006/Mtp dan Polres Banjarbaru..

Kalak BPBD Kota Banjarbaru Zaini mengatakan, pihaknya selalu siap siaga dalam penanganan bencana Karhutla, sesuai dengan arahan dari Gubernur Kalsel.

“Kita terlebih dahulu melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda untuk persiapan apel siaga bencana, dan Insyaallah akan kita laksanakan pada bulan depan,” ungkap Kalak BPBD Kota Banjarbaru.



Berdasarkan prediksi dari BMKG yang merilis bahwa puncak kemarau itu akan terjadi pada awal Juli, Agustus hingga September mendatang.

“Karena itu kita harus mempersiapkan semuanya sejak dini, dan kita akan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait dengan penanganan Karhutla,” ucapnya.

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Said Abdullah mengapresiasi kesiapsiagaan semua pihak di bawah koordinasi BPBD Banjarbaru, meski saat ini kondisi keadaan cuaca masih sering hujan. Saat ini da lahan seluas 27,51 hektare di Banjarbaru yang terbagi dalam 3 Kecamatan, yakni Cempaka, Landasan Ulin dan Liang Anggang rawan atau kategori bahaya bencana Karhutla yang bisa terjadi. Wilayah ini tentu harus ada pencegahan dan penanggulangan.

“Dulu di kawasan Komplek Kota Citra Graha, sebelum dibangun permukiman adalah kawasan yang sering terjadi kebakaran lahan. Tapi sekarang setelah dibangun komplek tidak ada lagi terjadi kebakaran,” sebutnya.

Nah, kini yang menjadi titik kebakaran di Banjarbaru rata-rata adalah lahan-lahan yang tidak dirawat atau dijaga oleh pemiliknya.

Salah satu yang dilakukan Pemerintah Kota Banjarbaru adalah rencana membangun embung, sebagai antisipasi banjir, sekaligus sumber air saat penanggulangan karhutla ketika musim kemarau.

“Kebakaran tetap ada, walaupun saat kemarau basah seperti sekarang cuacanya kadang panas dan kadang hujan,” ungkap Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Said Abdullah.

Ia menginginkan nanti setelah Apel Kesiapsiagaan Karhutla Kota Banjarbaru, untuk melakukan suatu aksi pembasahan lahan di salah satu titik lokasi yang sering terjadi kebakaran saat musim kemarau.
(kanalkalimantan.com/dewi)

Reporter : dewi
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->