Connect with us

HEADLINE

Ini Tarif Masuk Tahura Sultan Adam, Kepala UPT Tahura: Masih Cukup Murah

Diterbitkan

pada

Pos masuk ke dalam kawasan Tahura Sultan Adam di Mandiangin. Foto: dok.kanalkalimantan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Wisata alam di kawasan Tahura (Taman Hutan Raya) Sultan Adam dibuka sejak 11 Juni 2021.
Belakangan tarif masuk ke kawasan wisata alam di Kabupaten Banjar yang dikelola Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan itu dikeluhkan warganet dianggap terlalu mahal.

Ya, sekadar diketahui untuk biaya masuk satu sepeda motor (2 orang) harus merogoh kocek Rp 32.000. Harga tersebut disebut tak sesuai dengan fasilitas yang bisa didapatkan para pengunjung.
Menyikapi komenter warga tersebut, Kepala UPT Tahura Sultan Adam Ainun Jariah kepada Kanalkalimantan.com memastikan, dasar tarif masuk ke kawasan Tahura itu berdasarkan Perda Pemprov Kalsel.

“Dibandingkan dengan obyek wisata lain baik yang ada di Kalsel maupun di Pulau Jawa, Tahura cukup murah,” akunya.

Masuk cuma bayar 1 kali saja sebesar Rp. 10.000 per orang, ditambah biaya pas masuk untuk kendaraan roda empat Rp 25.000 dan roda dua Rp 10.000.



 

 

Kepala UPT Tahura Sultan Adam menjelaskan, di kawasan Tahura Sultan Adam Mandiangin banyak terdapat spot wisata. Diantaranya Pesanggrahan Belanda, tiga buah air terjun yakni mandin putri, mandin putri kembar dan tirai hujan.

Baca juga: Ini Daftar Juara Nanang Galuh Intan Banjar 2021

“Juga ada kolam Belanda, Bukit Tengger, galeri HHBK, konservasi flora dan fauna, Bukit Besar, Taman Kelinci, Arboretum, lapangan tenis, serta agrowisata, juga pusat informasi geopark dan Plaza Soeharto,” jelasnya Ainun Jariah.

Ainun menambahkan pada tahun ini, juga akan dibangun Plaza Jokowi dan pusat informasi geologi dan geopark.

Pihak pengelola Tahura Sultan Adam menghimbau kepada pengunjung membantu pihaknya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Dengan membawa sampahnya pulang atau membuang sampah pada titik yang sudah disediakan.

“Ini agar Tahura sebagai salah satu obyek wisata di Kalsel yang mampu bersaing dan menjadi andalan,” ucapnya.

Sebelumnya, tarif masuk dianggap mahal itu dikritisi oleh para netizen yang merasa keberatan, dari postingan awal akun Instagram banjarinfo dalam kolom komentar.

Akun Instagram Hafiznur_ansori mengomentari begini “fasilitas apa yang didapat dengan bayar segitu,” tulisnya.

Ada juga warganet lainnya yang berkomentar “dari 5 ribu sampai 32 ribu luar biasa, sambil menepuk tangan,” komentar linnn_pw.

“Pak tolong pak kok jadi mahal masuk nya,” tulis akun henkyytaram_.

Selain itu warganet ada yang menjelaskan, “jadi gini, kendaraan 10k, orangnya (dewasa) 10k, sama jasaraharja 1k, total 21k, itu kalo sendiri,” jelas nafimhmmd_.

Baca juga: Umur Belasan Korban Prostitusi Online di Banjarbaru, L Ngaku Punya Anak Usia Setahun

Menyikapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fatimatuzzahra mengatakan, tarif tersebut sudah diatur dalam Perda Pemprov Kalsel. Dan itu sudah dilaksanakan beberapa tahun yang lalu.

“Kebetulan saat ini saya tidak pegang perdanya, besok ya,” kata Aya—panggilan Fatimatuzzahra, saat dihubungi Kanalkalimantan.com, Minggu (20/6/2021).

Saat ini, pendaftaran masuk lokasi wisata hanya bisa dilakukan secara daring atau booking online melalui situs http://bit.ly/Registrasi-Online-Tahura-SA dan jumlah pengunjung dibatasi.

“Jumlah kuota pengunjung yang disepakati adalah 500 orang per hari atau 50 persen daya dukung atau daya tampung,” kata Aya.

Selain itu, tambah Aya, waktu kunjungan para pengunjung dibatasi, dari pukul 08.00-16.00 Wita dan untuk kegiatan camping atau menginap tidak diperkenankan.

Dalam satu minggu akan ada satu hari dilakukan penutupan untuk evaluasi sekaligus pelaksanaan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh, guna langkah pencegahan virus Covid-19. (kanalkalimantan.com/dewi)

Reporter : dewi
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->