Kota Banjarmasin
Festival Ekonomi Kreatif bagi Kelompok Marginal di Banjarmasin
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Kalimantan Selatan menggelar Festival Ekonomi Kreatif bagi kelompok marginal di Wetland Square, Kelurahan Kebun Bunga, Kota Banjarmasin.
Nampak berdiri sejumlah stand di antaranya, yaitu Salon Anggi’e, Salon Denny, Ayam Geprek Onie, Uyah Acan Banjar, Salon Zanica, Salon 3 RM, Icip.box, GKE, Persatuan Tunanetra Indonesia dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis.
“Festival Ekonomi Kreatif ini adalah rangkaian kegiatan penguatan ekonomi bagi kelompok rentan. Setelah sebelumnya peserta terpilih dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan,” ucap Nur Chalisa, Ketua Pelaksana Festival Ekonomi Kreatif bagi kelompok marginal, Sabtu (30/9/2023).
Menurut Chalisa, festival ini juga menjadi salah satu aktivitas yang bertujuan untuk menciptakan pasar baru bagi usaha-usaha milik kelompok terpinggirkan dengan memperkenalkan usaha mereka melalui pameran di Festival Ekonomi Kreatif tersebut.
Baca juga: Sakit saat Pendakian, Mahasiswi Pendaki Gunung Halau-halau Dievakuasi Pakai Tandu
Dengan mengangkat tema “Diversity In Beauty”. Hal itu, menurutnya untuk menekankan pesan bahwa industry kecantikan itu juga harus mengakomodir keberagaman yang menjadi ciri khas manusia, bukan hanya sekadar keberagaman yang ada di model-model tetapi juga pada pelaku industrinya.
Talk Show kewirausahaan digelar mengundang praktisi, akademisi dan stakeholder terkait untuk membicarakan topik “Mengembangkan Usaha Ekonomi Kreatif yang Inklusif”.
“Narasumber yang bicara itu dari akademisi STIE Indonesia Banjarmasin, Erini Junita Sari. Direktur Eksekutif Daerah PKBI Kalsel, Hapniah dan perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Baca juga: Bersihkan Alat dan Mandi di Irigasi, Cara Relawan BPK Setelah Bertarung Padamkan Karhutla
Hapniah, Direktur Eksekutif Daerah PKBI Kalimantan Selatan menyampaikan event ini perdana digelar karena tahun lalu cuma memberikan layanan dasar atau keterampilan kepada mitra PKBI Kalsel. Tahun kedua ini, dia menjelaskan lebih menekankan ke pencegahan kekerasan yang dialami oleh transpuan dan penguatan ekonomi dalam kesejahteraan komunitas.
“Dua hal itu yang ditekankan dalam kegiatan tersebut. Dan penguatan ekonomi ini akan lanjut ke tahun 2024 mendatang,” ungkap Hapniah.
Hapniah menyebut event ini berkelanjutan demi meningkatkan kapasitas mitra organisasinya. Tahun depan, dia mendorong UMKM kelompok marginal lebih berdaya lagi ditengah masyarakat, tentunya dengan business plan yang akan disusunkan oleh pihaknya nanti.
“Program Inklusi terus memfasilitas kelompok marginal di tahun mendatang,” tandasnya.
Baca juga: Ada Penyambungan Pipa, PAM Bandarmasih Hentikan Pasokan Air 6 Jam
Diketahui bahwa acara itu dihadiri oleh mahasiswa STIE Indonesia Banjarmasin, anggota GKE, pengurus Yayasan Pensil Waja Banua, Mahasiswa UMB, Kelompok Dampingan dan CMR Kalsel. (Kanalkalimantan.com/rizki)
Reporter : rizki
Editor : bie
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluLandmark Kalsel Ini Segera Dibuka, Pemprov Kalsel Terus Matangkan Persiapan
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluKontingen Banjarbaru Berkekuatan 148 Orang Turun ke Popda Kalsel 2026
-
Olahraga2 hari yang laluPopda Kalsel 2026 Dimulai, Empat Cabor Dipertandingkan
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPimpin Rakor Mingguan, Bupati Banjar Tekankan Penggunaan DTSEN
-
HEADLINE1 hari yang laluJemaah Haji Tertua 102 Tahun dari Kalsel, Mbah Kasrun: Rajin Ibadah
-
Olahraga1 hari yang laluNadia Atlet Sepak Takraw Banjarmasin Bidik Emas Popda Kalsel





