Connect with us

Kabupaten Banjar

Dishub Banjar Undur Launching ‘Bungas’ hingga Tahun Pelajaran 2019

Diterbitkan

pada

Dishub Banjar akan melaunching program Bus Sekolah pada tahun ajaran 2019 Foto: rendy

MARTAPURA, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar undur jadwal launching program Bungas (Bus Angkutan Sekolah) khusus angkutan sekolah bagi pelajar SMP dan MTS hingga Tahun pelajaran 2019 atau diprediksi pada Juli 2019. Begitu disampaikan Kepala Bidang AKPD Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar Rija Rusadi.

“Sebenarnya bus angkutan sekolah itu sudah siap kita lounching, namun karena jadwalnya mepet dengan ujian makanya kita undur, ” Akunya.

Dijelaskan Rija adapun fasilitas yang nantinya disiapkan untuk program Bungas ada 10 bus. Lengkap dengan supirnya. Sementara untuk angkutan sudah dilakukan seleksi dan pengecekan kelayakan angkutan,  dan untuk supir dalam waktu dekat akan narkoba, sehingga aman ketika membawa Bungas tersebut.

“Angkutan khusus sekolah untuk pelajar ini berupa angkutan kota (Angkot) warna hijau yang sudah beroperasi di beberapa sekolah di Kabupaten Banjar, mengapa angkot itu disebut bus karena bisa mengangkut 12 orang, tujuannya si Bungas ibi agar pelajar lebih aman saat dijalan raya dan antar jemput,” katanya.

Diitambahkan Rija, program Bungas dapat membantu para orangtua tidak lagi sibuk antar jemput anak ke sekolah. Karena anak-anak seumuran SMP sederajat belum saatnya mengendarai sepeda motor dan tak cukup umur mengantongi SIM C.

Sementara dalam operasional angkot khusus itu, orang tua diwajibkan membayar Rp 8 ribu jauh dekat untuk pulang peragi setiap harinya, hanya cukup menunggu di rumah masing-masing. Uang tersebut disetorkan setiap minggu kepada komite sekolah dan selanjutnya komite sekolah menyetorkannya kepada Organda.

“Antar jemput langsung dari rumah ke sekolah, mobil angkutan yang beroperasional kami beri stiker khusus. Baru ujicoba Desember 2018 lalu, ternyata antusias orangtua, guru dan sopir luar biasa,” jelasnya.

Ia menjelaskan, bagi orang tua tidak ada lagi was-was anaknya terlambat ke sekolah, sementara para sopir mendapatkan manfaat adanya kepastian penumpang yang diangkut, sedangkan bagi Pemkab tentu menambah PAD dalam hal ini para sopir memperhatikan pajak KIR kendaraan mereka.

Perlu diketahui sebelumnya hingga saat ini sudah ada beberapa sekolah yang sudah melakukan MoU dengan Dishub Banjar diantaranya SMPN 3, SMPN 1, MTsN 6 Banjar, MTs Antasari, MTs Hidayatullah. (rendy)

Reporter:Rendy
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->