Connect with us

HEADLINE

Dalang Tawuran Geng di Banjarbaru Umur 16 Tahun, Pernah Terlibat Kasus Sama

Diterbitkan

pada

Polres Banjarbaru menangkap 21 orang anggota geng remaja laki-laki yang melakukan tawuran di Jalan Trikora, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Foto : wanda

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Seorang residivis kasus tawuran di Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Desember 2023 lalu, diyakini sebagai dalang dibalik aksi bentrok dua kelompok remaja yang terjadi di Jalan Trikora, depan Komplek Griya Pesona Bhayangkara, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, pada Kamis (13/6/2024) dini hari.

Dia adalah IA (16) remaja laki-laki yang tergabung dalam kelompok bernama Family Dosky, salah satu geng yang berada di bawah naungan Venti16.

Kasat Reskrim Polres Banjarbaru Iptu Zuhri Muhammad mengungkapkan, sebagai seorang residivis, tersangka IA berperan sebagai orang yang memfasilitasi jalannya aksi tawuran antar dua kelompok remaja itu.

Baca juga: Kronologi Tawuran Geng Remaja di Banjarbaru, 21 Pelaku Ditangkap Polisi

“Salah satu tersangka yang muncul adalah seorang residivis dari geng Family Dosky, tersangka pernah berkasus pada Desember 2023 dengan kasus yang sama,” ujar Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, Iptu Zuhri Muhammad saat sesi konferensi pers di Mapolres Banjarbaru, Jumat (14/6/2024) sore.

Menurut keterangan tersangka lain, didapati fakta bahwa residivis IA yang mengajak, mendanai, bahkan memprovokatori teman-teman lainnya yang belum pernah terlbat tawuran ikut melakukan penyerangan.

“Diberikan sajam, dikasih makan dulu kemudian dikasih akomodasi bensin untuk ikut dalam tawuran,” jelas dia.

Saat ditanya motif tersangka IA, Iptu Zuhri menjelaskan bahwa perbuatan itu murni datang dari naluri tersangka sebagai anak muda yang salah memilih jalan, ingin mendaparkan pengakuan dan pengukuhan status sosial diakui hebat.

“Namun, dia (IA, red) tidak memposisikan diri di tempat yang benar, hanya ingin menumbuhkan bibit-bibit geng di Banjarbaru,” sambungnya.

Baca juga: Pertamax Green 95 Dijual Pertamina, Pertalite Tetap Selama Ada Kuota 

Bahkan disebutkan Iptu Zuhri, IA juga sengaja memesan dan membeli peralatan tawuran yakni senjata tajam salah satunya dari online shop.

Total barang bukti yang diamankan petugas kepolisian berjumlah 16 senjata tajam. Dimana 12 di antaranya milik anggota gang Venti16. Kemudian ada pula tiga unit sepeda motor.

Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, Iptu Zuhri Muhammad. Foto: wanda

“Kita dapati sajam ini di berbagai tempat, ada yang disimpan di kediamannya, ada pula yang memang sengaja dipersiapkan di suatu tempat untuk dipakai dalam penyerangan seperti sajam jenis celurit,” ungkap Zuhri.

Sajam jenis celurit, katanya memiliki ujung panjang, bentuknya seperti sudah settingan pabrik, bukan buatan orang biasa.

Baca juga: Misbach Tamrin: Dalam Bayang Seni Rupa Indonesia (Prolog)

“Celurit ini sengaja dibeli, disediakan dan disiapkan untuk berperang,” tuntasnya.

Sesuai dengan perintah Kapolres Banjarbaru, Iptu Zuhri menghimbau agar para orang tua maupun guru di sekolah dapat dengan bijak memantau pergaulan anak-anak, baik di rumah maupun di luar rumah.

“Sebagian dari mereka anak-anak yang kurang pengawasan orangtua. Akan kita habiskan semua berandal atau geng motor apapun itu, ketika ini terjadi lagi di Banjarbaru tentunya juga kami akan lakukan lebih tegas,” janjinya.

Dirinya berharap apabila ada warga yang melihat maupun mengetahui kejadian langsung melapor kepada pihak berwajib.

Baca juga: Geng TOME dan Dosky Kelompok Tawuran di Trikora Banjarbaru Diringkus Polisi

“Segera melaporkan bisa melalui aplikasi Cangkal atau Call Center 110 atau langsung datang ke Polres dan Polsek terdekat bahkan bisa di Jumat Curhat agar bisa ditindaklanjuti,” tuntas dia. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter : wanda
Editor : bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->