Connect with us

Bisnis

BI Ingin Jadikan Kalsel Kawasan Pengembangan Kopi Nasional

Diterbitkan

pada

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina (tengah) dan Kepala BI Perwakilan Kalsel Herawanto (kiri) saat mencoba menyeduh Kopi lokal di Duta Borneo Coffe Festival Foto: Arief Rahman

BANJARMASIN, Perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Kalsel melihat potensi Provinsi Kalsel untuk menjadi salah satu kawasan pengembangan kopi Nusantara di Indonesia. Kepala Perwakilan BI Wilayah Kalsel Herawanto mengatakan, potensi tersebut punya peluang untuk direalisasikan, mengingat di Kalsel memiliki beberapa produk biji kopi yang berkualitas, diantaranya Bijih Kopi Aranio Banjar, Pengaron, Mataraman hingga Biih.

“Produksi Bijih Kopi Kalsel pun bahkan menurut data Kementrian Pertanian mencapai 6.800 Ton pertahun. Ini sudah jauh lebih besar ketimbang Maluku dan Papua yang produksinya masih sekitar 2.500 Ton pertahun,” ungkapnya disela kegiatan Duta Borneo Coffe Festival, Kamis (22/11) di Atrium Duta Mall Banjarmasin.

Karena itulah agar bisa merealisasikan Provinsi Kalsel menjadi salah satu pusat pengembangan kopi Nusantara, Perwakilan BI Wilayah Kalsel berkomitmen untuk ikut mendorong pengembangan bisnis kopi baik mulai dari hulu hingga hilir.

“Di hulu nantinya kita akan bantu petani untuk meningkatkan kualitas kopi lokal. Lalu dihilir kita juga akan bantu pengembangan usaha pebisnis kopi lokal agar makin propesional,” tambahnya.

Namun memang untuk saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan terkait potensi pengembangan bisnis kopi dari hulu dan hilir. Dengan pemetaan yang baik maka tentunya akan mudah bagi pihaknya maupun pihak-pihak terkait dalam merumuskan strategi tepat untuk mengembangkannya.

“Kedepan kalau komoditas kopi ini bisa betul-betul digarap dengan serius, maka bukan hanya menjadi peluang bisnis bagi masyarakat, tapi juga mampu mendorong industri lainnya berkembang, salah satunya sektor pariwisata,” katanya.

Sementara itu, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina mengakui, bisnis warung kopi di Kota Banjarmasin kini sudah sangat berkembang. Bahkan dibeberapa ruas jalan strategis sudah banyak outlet warung kopi lokal maupun franchise yang menjajakan aneka kopi untuk dinikmati masyarakat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin sendiri baginya sangat mendukung geliat bisnis warung kopi tersebut. Bahkan pihaknya berencana membuat sebuah terobosan agar pengusaha warung kopi lokal makin berkembang usahanya.

“Kita ada wacana untuk mewadahi berbagai pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di wisata siring tendean, tidak terkecuali pebisnis warung kopi. Nah ini lagi coba kita konsep agar bisa membuat turis lokal dan mancanegara nyaman namun tidak kumuh,” pungkasnya.(arief)

Bagikan berita ini!