Bersama ACT di Lokasi Bencana, Ibnu Sina Serahkan Bantuan di Kelurahan Duyu - Kanal Kalimantan
Connect with us

ACT KALSEL

Bersama ACT di Lokasi Bencana, Ibnu Sina Serahkan Bantuan di Kelurahan Duyu

Diterbitkan

pada

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat berada di lokasi gempa Palu. Menegok langsung shelter ACT hingga menyerahkan logistik kepada warga korban gempa. Foto : rico

PALU, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalsel bekerjasama dengan Pemerintah Kota Banjarmasin membantu para korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Bantuan diserahkan langsung Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina didampingi tim ACT kepada masyarakat di Kelurahan Duyu Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Jumat (2/11) sore.

Kedatangan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina didampingi Kepala BPBD Banjarmasin M Hilmi dan Kadinsos Banjarmasin Esya Zain disambut langsung Kepala Cabang ACT Sulteng Nurmarjani Loulembah dan Marketing Komunikasi ACT Kalsel Retno Sulisetiyani.

Sebelumnya, ACT Kalsel bersama Pemkot Banjarmasin telah memberangkatkan 3 buah truk kemanusiaan yang membawa bantuan logistik untuk Palu, Sigi, dan Donggala, pada Minggu (28/10/2018). Tiga buah truk berangkat ke Samarinda dan selanjutnya dikirim lewat kapal kemanusiaan yang dikelola ACT Cabang Kalimantan Timur menuju lokasi bencana.

Nah, pada kesempatan kali ini Walikota Banjarmasin bersama ACT melakukan penyaluran bantuan logistik langsung ke masyarakat yang terkena dampak bencana. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di lokasi pembuatan hunian sementara yang dibangun ACT di Kelurahan Duyu.

Kepada Kanal Kalimantan yang ikut terjun langsung menjadi tim jurnalis kemanusian, Ibnu Shina mengungkapkan bantuan ini merupakan bentuk perhatian dan simpati warga kota Banjarmasin terhadap pemerintahan serta para korban yang terkena dampak bencana yang menimpa Sulawesi Tengah.

“Duka yang ada disini adalah duka kita juga. Bantuan yang kita salurkan ini saya harapkan dapat membantu para korban. Meskipun tidak seberapa, setidaknya dapat meringankan beban mereka,” ungkapnya saat berada di Kelurahan Duyu, Kecamatan Palu Barat.

Total bantuan logistik yang disalurkan Pemkot Banjarmasin dan ACT Kalsel mencapai 12 ton. Didalamnya ada air minum, sembako, biskuit, makanan instan, obat-obatan, terpal, popok, perlengkapan kebersihan, makanan bayi, dan pakaian.

Bantuan ini dikumpulkan melalui berbagai pihak diantaranya warga Banjarmasin, oganisasi kemasyarakatan, komunitas, BUMN, perusahaan swasta, serta individu-individu di Kalimantan Selatan.

Direktur Program ACT pusat Bambang Triono mengungkapkan, pihaknya merasa terhormat karena orang nomor satu di kota Banjarmasin langsung meninjau program ACT lewat pembangunan shelter hunian sementara, serta menengok para korban yang terkena dampak bencana.

“Tentu saja kehormatan bagi kami kedatangan bapak Walikota Banjarmasin yang langsung meninjau pembanguanan shelter dan menengok para korban bencana. Masyarakat di sini sangat membutuhkan shelter. ACT sudah lebih dulu berikhtiar membangun shelter di 5 titik di Palu, Sigi dan Donggala. Dukungan dari publik khususnya Banjarmasin setelah ini kita harapkan akan terus digelorakan,” ujarnya.

Selain menyalurkan bantuan logistik, Walikota Banjarmasin juga turun langsung melihat kondisi terkini lokasi gempa Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Lokasi tersebut saat dihantam oleh gempa menimbulkan fenomena likuifaksi yang merusak tanah Petobo.

Fenomena tanah yang berubah menjadi lumpur membuat seolah-olah perumahan di Petobo terkesan hanyut dan ditelan bumi karna massa dan volume lumpur yang keluar dalam jumlah besar saat gempa.

Tercatat ada lebih kurang 744 unit rumah yang tertimbun. Pihak BNPB memperkirakan ada ratusan korban yang ikut tertimbun dalam material lumpur tersebut. Dari kisaran 13 ribu penduduk Petobo, ada sekitar 2.500 orang yang melaporkan keberadaanya, kemudian baru sekitar seribu korban yang telah ditemukan dan sisanya diperkirakan masih terkubur.

Hal itulah yang membuat Ibnu Shina mengajak semua pihak untuk terus membantu para korban bencana. Ia juga memberikan apresiasi terhadap ACT lewat berbagai program kemanusian dan pengabdian yang banyak membantu masyarakat Sulteng.

“Sejumlah program ACT saya lihat sangat membantu, seperti shelter yang mana dari infomasi dari Walikota Palu ada sebanyak 74 ribu pengungsi di sini. Ini yang dibutuhkan para korban, namun masih banyak tugas yang diemban ACT. Saling membantu agar Palu, Sigi, dan Donggala dapat bangkit dan pulih secepatnya,” pungkas Walikota Banjarmasin. (rico)

Reporter: Rico
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan