Connect with us

Ragam

Badan Hisab Rukyat HSU, Balangan dan HST Pantau Hilal Bersama di Titik Sungai Buluh

Diterbitkan

pada

Tim Hisab Rukyatul Hilal tiga daerah saat pemantauan hilal di titik desa Sungai Buluh.Foto : dewahyudi

AMUNTAI, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) melalui badan hisab rukyat Hulu Sungai Utara melaksanakan pemantauan hilal untuk menentukan 1 Syawal 1440 H, Senin (3/6) sekitar pukul 17.00 Wita.

Pemantauan hilal dilakukan di desa Sungai Buluh Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten HSU. Titik pantau hilal ini digelar tim badan rukyat, diantaranya Muhammadiyah, NU, MUI Kabupaten.

Menariknya, lokasi tersebut dijadikan sebagai pelaksanaan pemantauan badan hisab rukyat tiga kabupaten yang berbeda yakni Kabupaten HSU, Balangan dan Hulu Sungai Tengah (HSU) di waktu bersamaan.

Kegiatan ini digelar setiap tahun untuk menentukan awal bulan Syawal. Kepala Kantor Kemenag HSU, H Yusran mengaku sangat senang karena pemantauan hilal kali ini diikuti oleh 3 kabupaten dan dilaksanakan pada tempat yang sama yakni di desa Sungai Buluh, wilayah Kabupaten HST

“Namun karena cuaca tidak mendukung sehingga kemungkinan besar hilal tersebut tidak bisa terlihat,” ungkapnya.

Sementara Ketua MUI HSU, KH Said Masrawan, yang ikut serta dalam tim pemantauan mengatakan kegiatan memantau hilal ini memang seharusnya dilaksanakan.

“Karena ini adalah sebagai kita untuk mengamalkan terhadap hadist Rasulullah SAW yang dimana isinya Puasalah kalian dengan melihat hilal dan berhari raya lah dengan melihat hilal jika pandangan terhalang dengan awan maka sempurnakan bilangan menjadi 30,” terangnya.



Pun ungkap H Jahri selaku perwakilan Pemkab HSU menyampaikan, selaku pemerintah daerah kabupaten HSU akan memfasilitasi tim badan hisab rukyat untuk melaksanakan kegiatan pemantauan hilal ini.

“Seperti alat theodolit ini yang digunakan untuk memantau titik hilal,” jelas Kabag Kesra Setda HSU tersebut.

Sementara itu Farin, anggota badan hisab rukyat menjelaskan, secara teknis alat yang digunakan untuk memantau hilal tersebut menggunakan alat theodolit.

“Theodolit itu digunakan untuk mengetahui posisi dimana matahari atau bulan karena setiap penentuan awal bulan hijriyah itu menggunakan posisi matahari atau bulan,” katanya

Untuk menentukan titik dari alat tersebut bisa langsung diarahkan ke utara kemudian disesuaikan dengan data dari hasil hisab yang dimana pada hari ini hilal terletak 288° (derajat) 21 menit 3 detik dan dipantau sampai pukul 18:18 menit

Kemudian setelah dilakukan pemantauan saat matahari terbenam ternyata tinggi hilal tersebut mencapai -0° (derajat) 21 menit dan kemungkinan besar maka awal bulan Syawal 1440 H jatuh pada hari Rabu 5 Juni 2019.

Adapun hasilnya sendiri selanjutnya dilaporkan kepada tim badan hisab rukyat provinsi Kalimantan Selatan dan diketahui Menteri Agama Republik Indonesia menyampaikan hasilnya tersebut melalui sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal 1440 H atau jatuhnya Hari Raya Idul Fitri 2019 lewat konferensi pers di Kantor Kemenag, Jakarta, Senin malam 3 Juni 2019. (dew)

Reporter : Dew
Editor : Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->