Connect with us

Kanal

Angin Kencang Disertai Hujan Es Hancurkan 14 Rumah di Batola

Diterbitkan

pada

Rumah warga di Batola yang kena angin kencang disertai es pada Minggu (29/9). Foto : ist

MARABAHAN, Sebanyak 14 rumah warga di RT 1 dan RT 3 Desa Tamba Raya, Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala (Batola) diterjang angin puting beliung pada Minggu (29/9) kemarin.

Menurut Riady, musibah puting beliung ini terjadi saat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Batola pada pukul 17.30 Wita, angin kencang tiba-tiba saja muncul dari arah hulu menuju ke hilir.

“Angin itu muncul dari permukaan air, kami sempat panik, angin berputar berwarna kehitam-hitaman tiba-tiba saja menerjang rumah warga di sini,” ujar Riady.

Ditambahkan Riady, kondisi rumahnya sekarang dalam rusak parah, sewaktu kejadian istri dan anaknya berada di rumah. Walaupun atap dan bagian rumah sempat roboh hanya menyisakan bagian lantai, beruntung anak istri di rumah selamat dalam musibah ini.



“Istri saya yang baru operasi melahirkan, anak saya baru berumur 10 hari saat di rumah, istri saya tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya terbaring di kasur, tepat di dalam kelambu, sementara satu lagi anak saya berusaha menutupi melindungi adiknya dengan badannya, bagian bangunan yang roboh hampir saja mengenai anak saya waktu itu, untungnya kami semua selamat,” akunya.

Kisah serupa juga di katakan Mariatul Mahdiah, sewaktu kejadian dirinya dan anaknya berada di dalam rumah. Tiba-tiba saja angin kencang menggetarkan dinding rumahnya dan spontan berlari keluar rumah, walaupun sempat kesulitan ketika membuka pintu rumah lantaran terhimpit bangunan rumah. Ia beruntung dberhasil lolos dari musibah tersebut, meski sluruh atap rumahnya dalam keadaan rata dan terbawa hingga puluhan meter.

“Sewaktu kejadian saya sedang memberi makan anak yang kecil ini, tiba-tiba saja gemuruh angin datang dan dalam waktu singkat mengangkat atap rumah hingga tak bersisa, beruntung saya dan anak saya bisa keluar dengan selamat,” katanya.


Di tempat terpisah Camat Tabukan, Abdi Maulana mengatakan, setelah melakukan pendataan, adapun jumlah rumah yang berdampak pada musibah angin puting beliung pada Minggu (29/9) itu, sebanyak 14 rumah dengan jumlah 79 jiwa.

“Setelah melakukan pendataan, kita berupaya berkoordinasi dengan pemkab Batola, Alhamdulillah sore ini bantuan akan segera dikirimkan melalui jalur air, mengingat jalur darat ke tempat ini sangat tidak memungkinkan,” akunya.

Ditambahkan Abdi, selain menghancurkan sebagaian rumah warga, angin puting beliung di Kecamatan Tabukan juga menerjang sekolah, hingga dermaga.

Hujan Es

Selain musibah puting beliung, ternyata sebelum angin menghantam rumah warga, hujan berupa butiran es hingga sebesar kelereng berjatuhan meminta rumah warga di Desa Tamba Raya ini. Hujan es ini terjadi diprediksi ditengah maraknya harjutka dan suhu panas yang melanda sebagian wilayah di Kalimantan Selatan.

Hujan es yang sempat direkam oleh warga dengan menggunakan HP ini memiliki ukuran yang bervariasi mulai sebesar butiran biji jagung hingga sebesar kelereng.

Diketahui hujan ini merupakan kejadian yang cukup langka terjadi di wilayah Kabupaten Batola. Dan baru pertama kali terjadi di tempat ini.

LINK VIDEO :

https://youtu.be/yKgwpfOY_IA

“Kita tidak pernah menemui hujan es semacam ini ditempat kita, waktu itu, hujan disertai gemuruh batuan es sangat berbunyi nyaring mengenai bagian atap rumah kami, kami sempat panik, dan mengabadikan kejadian tersebut,” ujar Andi salah seorang warga di Desa Tamba Raya.

Pengakuan serupa juga dikatakan Husdi yang melihat langsung kejadian hujan dengan butiran es tersebut. Mereka merasa aneh, dengan kejadian yang terjadi dan berangsur dengan singkat tersebut.

“Kami masyarakat di sini terheran-heran ada hujan es di tempat kami, besarnya bahkan sampai ada yang seperti jempol kaki orang dewasa, saking bingungnya ada juga warga yang mencicipi es tersebut,” akunya. (rendy)

Reporter : Rendy
Editor : Bie


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->