Connect with us

Kota Banjarbaru

Pemetaan Potensi Pendulangan Pumpung, Komite Ekraf Banjarbaru – Pokdarwis Duduk Bersama

Diterbitkan

pada

Duduk bersama membahasa upaya melestarikan sejarah dan potensi pariwisata Pumpung dilakukan Komite Ekraf Kota Banjarbaru bersama Pokdarwis Kelurahan Sungai Tiung. Foto: medcenbjb

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Upaya melestarikan sejarah dan membangkitkan potensi pariwisata dilakukan Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kota Banjarbaru bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Sungai Tiung.

Pertemuan strategis dikemas secara unik melalui kegiatan berkemah dalam suasana santai di kawasan pendulangan intan, membahas dan memetakan potensi kawasan Pumpung Cempaka untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata budaya berbasis Living Museum.

Kegiatan yang dilakukan bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan langkah pendampingan berkelanjutan bagi komunitas setempat.

Baca juga: 10 Penulis Terpilih WSFest 2026 Angkat Isu Lingkungan Budaya Kalsel

Duduk Bersama Komite Ekraf Banjarbaru Bersama Pokdarwis Sungai Tiung membawa agenda pemetaan potensi wisata budaya di kawasan bersejarah Pumpung.

”Menyusun strategi percepatan untuk pengembangan kawasan wisata berbasis komunitas,” ujar Ketua Harian Komite Ekraf Banjarbaru, Narwanto, Kamis (21/5/2026).

Melestarikan sejarah dan budaya pendulangan intan tradisional yang perlahan tergeser oleh modernisasi alat tambang.

Baca juga: ULM Gelar Pemilihan Rektor, Pendaftaran Dibuka Menjaring Bakal Calon

Mendorong kolaborasi lintas sektor antara masyarakat, komunitas, dan pemerintah.

“Menentukan program prioritas yang dapat segera dieksekusi secara swadaya oleh masyarakat,” kata Narwanto.

Pemilihan tema Living Museum didasarkan pada fakta bahwa kawasan Pumpung memiliki jejak sejarah yang sangat kuat.

Baca juga: Lomba Mancing di Desa Sarang Burung Danau Panggang

Sebagai kawasan sungai purba tempat pendulangan intan legendaris, wilayah ini memiliki kaitan erat dengan sejarah penemuan Intan Trisakti pada tahun 1965.

Melalui konsep ini, masyarakat setempat ingin menyuguhkan pengalaman edukatif yang autentik bagi wisatawan terkait proses pendulangan intan tradisional.

Sementara Wakil Ketua Pokdarwis Sungai Tiung, Arkani, menyatakan kesiapan bersinergi dengan Komite Ekraf Banjarbaru untuk mewujudkan visi besar tersebut.

Baca juga: FASI 2026 HSU Digelar, Mencetak Generasi Berkarakter

“Kami ingin mengedukasi wisatawan yang datang ke Pumpung dengan menunjukkan bagaimana proses asli pendulangan intan tradisional yang sebenarnya di era tahun 1965-an, tepat pada momentum sejarah Intan Trisakti legendaris ditemukan,” ungkap Arkani.

Meski demikian, Arkani menyoroti tantangan mendasar yang sedang dihadapi di lapangan.

“Banyak pihak telah kami temui agar kawasan ini menjadi kawasan wisata, namun kendala utama di lapangan adalah ketersediaan lahan untuk pembangunan infrastruktur. Ada beberapa pihak yang sebenarnya sudah berkomitmen membantu bangunan fisik, tetapi lahannya yang tidak ada,” jelasnya.

Baca juga: PSN dan Konsesi Perparah Ancaman El Nino di Kawasan Gambut Kalimantan

Merespons tantangan tersebut, Ketua Harian Komite Ekraf Banjarbaru menegaskan komitmen pihaknya untuk menjembatani solusi bersama pemerintah daerah.

“Komite Ekraf Banjarbaru akan segera berkoordinasi secara intensif dengan Pemerintah Kota Banjarbaru melalui SKPD terkait untuk mendiskusikan solusi atas permasalahan lahan dan dukungan fasilitas di awal,” tegas Narwanto.

Narwanto melihat potensi turunan yang luas dari inisiatif ini.

“Terutama di awal melalui miniatur pendulangan tradisional tersebut. Hal ini tentunya tidak menutup potensi aktivitas alternatif lainnya di kawasan Pumpung, seperti pemanfaatan area sebagai tempat kemping (camping ground) dan aktivitas ekonomi kreatif penunjang lainnya,” tambahnya.

Kegiatan diskusi dan kemah ini turut dihadiri berbagai pihak strategis, di antaranya Wakil Direktur III Talent, Education & Human Development ICCN, Dr. Sri Hidayah, S.Pd., M.Sc, Perwakilan CAF (Camping Adventure Family) Banjarbaru, masyarakat serta pegiat wisata kawasan Pumpung Cempaka.

Agenda serupa akan terus dilanjutkan secara berkesinambungan. Sehingga kawasan Pumpung tidak hanya berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Banjarbaru melalui Cempaka Living Museum, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi kreatif baru bagi masyarakat sekitar, serta memastikan warisan budaya pendulangan intan tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang. (Kanalkalimantan.com/bie)

Reporter: bie
Editor: kk


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca