Film
The Bell: Panggilan untuk Mati, Genre Horor Dibalut Romance
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kru film “The Bell: Panggilan untuk Mati” menggelar nonton bareng di Studio XXI Duta Mall Banjarmasin, Selasa (12/5/2026) sore.
Kehadiran cast dan filmmaker disambut hangat penonton di Banjarmasin, karena bisa bertemu langsung dan merasakan atmosfer film yang tengah ramai dibicarakan ini.
Tak hanya itu, film yang disutradarai Jay Sukmo ini menarik perhatian penonton film Tanah Air. Kekinian, film The Bell sudah mencapai 84 ribu penonton sejak penayangan perdana di bioskop.
Baca juga: Hadapi Kemarau, Pemkab Kapuas Rakor Penanganan Karhutla
Bukan tanpa alasan, sang sutradara menyajikan tiga aspek rasio gambar berbeda guna membedakan periode waktu dalam cerita.
Alhasil, penonton mendapatkan pengalaman lebih imersif yang jarang ditemui di film horor Indonesia.
Pemeran utama, Bhisma Mulia mengatakan, tingginya antusias penonton Banjarmasin sejak tayang pertama menjadi alasan kota ini dikunjungi.

Kru film “The Bell: Panggilan untuk Mati” menggelar nonton bareng di Studio XXI Duta Mall Banjarmasin, Selasa (12/5/2026) sore. Foto: fahmi
Baca juga: Antrean Truk Dikeluhkan, Wali Kota Lisa Halaby Datangi Tiga SPBU
“Kita senang antusiasnya tinggi banget, hari pertama hari kedua ada peningkatan layar dari penonton Banjarmasin,” ujar Bhisma.
Pemeran Danto itu mengungkapkan respon penonton selama rangkaian promosi menjadi salah satu yang paling berkesan baginya.
“Banyak yang bilang mereka datang karena penasaran, tapi setelah nonton justru kebawa sama atmosfer filmnya,” jelasnya.
Menurut Bhisma, hal menarik dari The Bell adalah rasa takutnya tak hanya mengandalkan apa yang ada di layer. Melainkan situasi yang terasa dekat dengan kehidupan sekarang.

Pemeran utama, Bhisma Mulia. Foto: fahmi
Baca juga: Wabup Dodo Terima Audiensi FKUB Kapuas
Sementara itu, Sita Permatasari mengaku, senang karena bisa menyapa penonton Banjarmasin secara langsung.
Baginya, menyaksikan langsung film di bioskop memberikan pengalaman menonton yang terasa berbeda. Terlebih The Bell mempunyai atmosfer kuat sehingga mengajak penonton masuk ke dalam cerita secara perlahan.
“Sensasi itu akan lebih terasa kalau ditonton langsung di layar lebar bersama teman, saudara dan orang yang kalian sayang,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Eksekutif Produser, Avesina Soebli berterima kasih atas dukungan dari masyarakat Banjarmasin terhadap The Bell.
Avesina menjelaskan, film ini menawarkan pengalaman baru tentang genre horor yang dibalut drama romance. “Mudah-mudahan bisa mewarnai film nasional,” tutur produser film Tanah Air itu.
Dengan rangkaian cinema visit ini, dia berharap masyarakat lebih tertarik menonton film The Bell. “Kami ingin penonton merasakan pengalaman horor yang bukan hanya menegangkan, tetapi juga memiliki cerita dan atmosfer yang kuat,” terangnya.
Baca juga: Mahasiswa Resah Kondisi Pendidikan di Kalsel hingga Program MBG
Unsur folklor atau kepercayaan masyarakat menjadi elemen kunci yang dimunculkan dalam film ini melalui hantu tanpa kepala di Pulau Belitung dinamakan “Penebok”.
“The Bell menghadirkan folklor lokal yang dekat dengan budaya kita sendiri, sehingga pengalaman menontonnya terasa lebih dekat, intens, dan berbeda,” pungkasnya.
Salah satu penonton Banjarmasin, Reyhan mengakui banyak aspek yang sangat bagus di film ini, terutama bagian ending cerita.
“Ada sedikit twist yang membuat perkembangan karakternya sangat baik,” kata Reyhan.
Baca juga: Kabupaten Kapuas Terpilih Lokasi Konstruksi Cetak Sawah 2026 di Kalteng
Meskipun demikian, aspek yang perlu ditingkatkan terletak pada akting pemeran karakter sampingan yang dinilai flat (datar) dan tidak ada emosi.
“Kita sebagai penonton, emosi dalam sebuah film itu sangat penting di mana setiap karakternya harus menunjukkan sesuatu agar kita tertarik pada film tersebut,” tutup Reyhan. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluPemprov Kalsel – Pemkab Banjar Percepat Pembangunan Bendungan Riam Kiwa
-
Kalimantan Timur3 hari yang laluRayap Besi Tewas Duel dengan Penjaga Malam di Samarinda
-
HEADLINE2 hari yang laluSekolah Jurnalisme Warga: Masyarakat Adat Meratus Bersuara Nasib Mereka
-
Lifestyle2 hari yang laluTinggal Selangkah Lagi! Siapa yang Tersingkir di TOP 3 Indonesian Idol?
-
Kriminal1 hari yang laluPengeroyokan di Sungai Malang, Tiga Orang Ditangkap Polisi
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang lalu80 Peserta Ikuti Bimtek BIM yang digelar Dinas PUPR Kalsel





