Kabupaten Banjar
Buka Konsultasi Publik Penyusunan RIPS, Ini Pesan Wabup Banjar
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al HabsyI membuka Konsultasi Publik II Penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS), Martapura, Senin, (15/12/2025) siang.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) di Aula Putih DPRKPLH dan dihadiri Komisi III DPRD Banjar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, seluruh kepala SKPD, Direktur PD Pasar Bauntung Batuah, para camat dan lurah, perwakilan TPS3R dan bank sampah, Tim Tenaga Ahli dari LEMTEK Universitas Indonesia serta sejumlah undangan.

Baca juga: Kalapas Narkotika Karang Intan Silaturahmi ke Bupati Banjar
Dalam arahannya, Wabup menyampaikan isu persampahan adalah cerminan peradaban dan tantangan utama dalam pembangunan berkelanjutan.
Pertumbuhan penduduk, urbanisasi dan perubahan pola konsumsi telah meningkatkan timbulan sampah, sementara kapasitas pengelolaan yang ada masih terbatas.
“Sebagian besar wilayah masih menggunakan pendekatan kumpul–angkut–buang ke TPA, dengan tingkat pemilahan dan daur ulang yang rendah. Ini tidak sejalan dengan target nasional 100 persen sampah terkelola pada 2029 serta arah pembangunan menuju ekonomi sirkular,” tegas dia.
Ia menekankan pentingnya RIPS sebagai peta jalan yang jelas, modern dan realistis bagi Kabupaten Banjar.
Baca juga: Gerai Koperasi Merah Putih 20 Kelurahan di Banjarbaru Terkndala Lahan

Konsultasi publik kedua ini, lanjutnya, berfokus pada validasi usulan strategi dan rencana aksi yang telah dirumuskan oleh tim tenaga ahli, meliputi lima aspek utama yakni teknis operasional, kelembagaan, pembiayaan dan partisipasi masyarakat.
Habib Idrus juga meminta seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk aktif memberikan masukan berdasar kondisi riil di lapangan serta mengkritisi usulan strategis, termasuk pemanfaatan teknologi maju seperti Refuse Derived Fuel (RDF) guna mereduksi residu sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Sementara Solid Waste Management Consultant LEMTEK UI, Elma Elkarim, menjelaskan bahwa konsultasi publik II ini bertujuan menyempurnakan strategi dan rencana aksi pengelolaan sampah Kabupaten Banjar.
Baca juga: Bendahara Dinkes Banjarbaru Terbukti Pakai Uang Rp2,6 Miliar, IS Sudah Masuk Kantor
Ia menyebut strategi tersebut disusun melalui pendekatan lima aspek pengelolaan sampah dan dilengkapi dengan analisis finansial agar daerah dapat mengakses sumber pendanaan tidak hanya dari APBD, tetapi juga dari sumber lain.
Menurut dia, kondisi pengelolaan sampah di Kabupaten Banjar saat ini cukup baik, namun masih menghadapi tantangan topografi wilayah yang beragam serta keterbatasan layanan di sejumlah daerah.

Karena itu, ke depan akan dikembangkan fasilitas pengelolaan sampah berbasis sumber agar pengurangan dan penanganan sampah dapat dilakukan dari rumah tangga dan hanya residu yang dibawa ke TPA.
Baca juga: Pansus DPRD Kotabaru Sampaikan Hasil Pembahasan 4 Raperda
“Rencana induk ini ditargetkan rampung tahun ini dan diharapkan mulai diimplementasikan tahun depan, dengan rencana aksi jangka pendek, menengah dan panjang sebagai panduan peningkatan pengelolaan sampah setiap tahunnya,” jelas Elma.
Kegiatan konsultasi publik ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategi yang aplikatif, didukung regulasi dan anggaran yang kuat, guna mewujudkan Kabupaten Banjar yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. (Kanalkalimantan.com/dkispbanjar)
Reporter: kk
Editor: Dhani
-
HEADLINE3 hari yang laluTak Miliki PBG dan NIB, Tiga Lapangan Padel Disetop
-
Kabupaten Kotabaru3 hari yang laluPawai Ta’aruf Awali MTQN ke-56 Kotabaru di Pulau Laut Selatan
-
Kabupaten Kotabaru2 hari yang laluKemegahan Pembukaan MTQN ke-56 Kotabaru di Pulau Laut Selatan
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluAksi Kamisan di Banjarmasin, Kasus Andrie Yunus: Teror Terhadap Pembela HAM
-
DPRD BANJARBARU3 hari yang laluBang Iyal Serahkan Bantuan Kebakaran di Cempaka
-
Kabupaten Kotabaru2 hari yang laluMTQN ke-56 Kotabaru Resmi Dimulai, 498 Peserta Ikuti 17 Cabang Lomba





