Connect with us

HEADLINE

Rombongan Bule Belanda Tiba-tiba Mampir ke Ponpes Darussalam Martapura

Diterbitkan

pada

WNA asal Belanda yang tiba-tiba berkunjung ke Ponpes Darussalam Martapura, kejutkan para santri yang sedang belajar. Selasa (23/9/2025) pagi. Foto: ahmad mursyidi

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Para santri yang sedang belajar di kelas dikejutkan dengan kehadiran warga negara asing (WNA) tiba-tiba masuk ke Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Martapura, Selasa (23/9/2025) pagi.

Terlihat ada enam WNA laki-laki dan empat perempuan, sementara WNA perempuan memakai kerudung yang dibelakangnya ada logo Ponpes Darussalam.

Ada salah satu WNA perempuan yang menjadi sorotan karena memakai kerudung Ponpes tapi mengenakn celana pendek warna hitam selutut.

Baca juga: Festival Jukung Hias Tanglong 2025 Warnai Malam di Sungai Martapura

Salah satu staf bagian penjualan atribut pakaian santri Ahmad ketika dikonfirmasi, Rabu (23/9/2025) siang, mengatakan ada salah satu santri yang bisa bahasa Inggris menanyakan berasal dari negara mana mereka, ternyata 10 WNA ini menjawab dari Amsterdam, Belanda.

Ahmad membeberkan, dari keterangan pemandu wisata para bule awalnya ingin ke Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Namun, setelah pemandu mengatakan bahwa di Kota Martapura ada Ponpes terbesar di Kalsel, mereka malah ingin berkunjung ke tempat para santri belajar ilmu agama Islam.

“Memang tidak ada konfirmasi dulu dari pihak pemandu ke pihak pesantren, sehingga kedatangan mereka cukup mengejutkan, seandainya konfirmasi dulu jadwal dan pakaian bisa diatur,” kata Ahmad.

Ahmad menceritakan, ketika haul Sultan Adam wisatawan dari Belanda ingin berkunjung ke makam, tapi pihak dari Kedutaan Belanda konfirmasi ke pengelola makam Sultan Adam, sehingga jadwal dan pakaian yang pantas bisa diatur.

Baca juga: Pemkab Banjar Perkuat SDM Tenaga Sosial Keagamaan di Kecamatan Paramasan

“Mereka datang ke haul Sultan Adam seperti yang terjadi di Ponpes kemarin, dengan pakaian biasa, tapi pihak keluarga Sultan Adam meminta mereka membeli dulu sarung dan peci untuk laki-laki dan sarung bahalai dan kerudung untuk perempuan, serta sepatu dan sandal harus dilepas ketika masuk kubah Sultan Adam,” jelas Ahmad

Kedatangan para WNA asal Belanda ini sempat dicegat oleh staf ketika ingin memasuki ruang guru, karena datang mereka secara tiba-tiba dan tidak ada konfirmasi.

Baca juga: Mensos: Penerima PKH Terlibat Judol, Bansos Dihentikan

“Mereka sempat dicegat dan hanya membolehkan bule laki-laki saja yang masuk, dan perempuan diminta menunggu di mobilm tapi secara mengejutkan bule perempuan ikut masuk dan mereka meminjam kerudung Ponpes,” kata Ahmad. (Kanalkalimantan.com/ahmad mursyidi)

Reporter: ahmadmursyidi
Editor: bie

 


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca