PLN UIP3B KALIMANTAN
PLN UP2B Kalselteng Tanamkan Semangat Literasi “Berbagi Buku, Berbagi Ilmu” di SDN 5 Sungai Besar
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Bagian dari komitmen PLN terhadap dunia pendidikan, memperingati Hari Literasi Internasional 8 September, managemen bersama Srikandi PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Kalselteng memberikan bantuan buku bacaan dan Alat Tulis Sekolah (ATS) serta sosialisasi tentang bahaya listrik kepada siswa dan guru di SDN 5 Sungai Besar, Kota Banjarbaru.
Buku bacaan dan ATS yang diberikan merupakan sumbangsih dari seluruh pegawai PLN UP2B Kalselteng. Dimana setiap individu diberikan minimal 1 buah buku bacaan dan 1 buah ATS yang dikumpulkan lalu diberikan secara kolektif kepada SDN 5 Sungai Besar.
Riko Ramadhano Budiawan, General Manager PLN UIP3B Kalimantan menyampaikan bahwa kegiatan literasi dan edukasi kelistrikan yang dilakukan UP2B Kalselteng merupakan wujud nyata kepedulian PLN terhadap dunia pendidikan dan keselamatan masyarakat.
Baca juga: Mengukur Indeks Kemerdekaan Pers, Kalsel Peringkat Pertama IKP Tertinggi

Potret tangan-tangan kecil penuh semangat, wujud antusias siswa SDN 5 Sungai Besar dalam menerima edukasi literasi dan keselamatan listrik dari PLN. Foto: pln
“Melalui kegiatan Berbagi Buku, Berbagi Ilmu ini, kami ingin menanamkan semangat literasi sekaligus mengedukasi anak-anak tentang pentingnya keselamatan listrik sejak dini. Dengan membiasakan anak-anak membaca sejak dini serta memahami bahaya listrik, PLN turut berkontribusi menciptakan generasi yang cerdas, aman, dan peduli lingkungan. Harapan kami, langkah kecil ini bisa memberikan manfaat besar bagi masa depan generasi penerus bangsa,” ujar Riko.
Selain memberikan bantuan buku bacaan dan ATS Manager PLN UP2B Kalselteng, Indrayadi, memberikan paparan tentang pentingnya mengetahui bahaya yang ditimbulkan dari aktivitas dan penggunaan listrik yang salah kepada siswa dan guru.
“Adik-adik jangan main layang-layang di dekat jaringan listrik ya, karena jika layang-layang atau benang terutama benang kawat yang terkena kabel listrik PLN bisa membuat mati lampu, adik-adik mau tidak mati lampu?” ucap Indrayadi.
Baca juga: Diskominfosantik Kapuas Menggelar Pelatihan Jurnalistik
Ada banyak bahaya listrik yang bisa saja terjadi dilingkungan rumah, seperti pohon yang mengenai kabel listrik, penggunaan setop kontak yang tumpang tindih, benang layang-layang atau balon udara yang mengenai kabel listrik, pemasangan reklame umbul-umbul spanduk berdekatan dengan jaringan listrik, semuanya berpotensi menimbulkan sengatan listrik hingga kebakaran.
Selain tentang bahaya listrik Indrayadi juga menyampaikan pentingnya budaya suka membaca sejak dari usia dini agar menambah tingkat literasi siswa.
“Adik-adik jangan menggunakan handphone berlebihan ya, jangan cuma dipakai main game saja, tetapi juga untuk membaca atau belajar biar tambah pintar dan harus diawasi orangtua,” tambah Indrayadi.
Kegiatan yang diikuti sangat antusias oleh seluruh siswa ini diselingi juga dengan sesi tanya jawab antara PLN dan siswa yang hadir.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah, Gunawan SPd MPd, Kepala SDN 5 Sungai Besar, menyampaikan apresiasinya atas perhatian PLN terhadap dunia pendidikan dan keselamatan anak-anak.
“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan edukasi dari PLN. Anak-anak kami tidak hanya mendapatkan alat tulis dan buku, tapi juga pengetahuan penting tentang bahaya listrik yang jarang mereka dapatkan di sekolah. Ini sangat bermanfaat,” ungkap Gunawan.
“Seperti harapan kami, instansi besar seperti PLN ini dapat bekerja sama dengan Sekolah-Sekolah seperti kami untuk meningkatkan edukasi dan wawasan bagi para siswa,” tambah Gunawan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PLN UP2B Kalselteng dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menciptakan generasi yang cerdas, aman, dan peduli lingkungan, sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs). (Kanalkalimantan.com/adv)
Reporter: adv
Editor: kk
-
Pemprov Kalsel3 hari yang laluDisdikbud Kalsel Siapkan Program Peningkatan Kapasitas Siswa SMK
-
HEADLINE3 hari yang laluSekda Banjarmasin Jadi Staf Ahli, Tujuh Pejabat Kena Rotasi
-
HEADLINE3 hari yang laluTatap Muka Normal, Pemerintah Batalkan Pembelajaran Daring
-
HEADLINE2 hari yang laluHaul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, Sejak Kecil Sudah Punyai Keistimewaan
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluDijadikan Staf Ahli, Ini Kata Mantan Sekda Banjarmasin Ikhsan
-
Olahraga3 hari yang laluPopda Kalsel 2026 Tahapan Entry by Number, Atlet Maksimal Kelahiran 2009





