HEADLINE
Tujuh Kloter Embarkasi Haji Banjarmasin Sampai Madinah dan Jeddah
Petugas Terus Pantau Kesehatan Jemaah Lansia dan Prioritas
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Embarkasi Banjarmasin sudah memasuki fase pemberangkatan Kelompok Terbang (Kloter) haji untuk gelombang kedua terhitung sejak Sabtu (17/5/2025).
Pada fase pemberangkatan haji gelombang kedua ini, jemaah langsung diberangkatkan menuju Jeddah, Arab Saudi, untuk melakukan ibadah haji wajib.
Terdata sudah ada tujuh kloter Embarkasi Banjarmasin yang telah sampai di Madinah dan juga Jeddah Arab Saudi.
Seluruh emaah haji yang tergabung pada tujuh kloter Embarkasi Banjarmasin sudah dinyatakan layak terbang. Meski rata-rata jemaah ditemukan banyak yang sudah lanjut usia (lansia).
Baca juga: Gelar Bimtek BPD se Kabupaten Kapuas, Ini Kata Wabup Dodo
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel Muhammad Muslim mengatakan, di setiap Kloternya Tim Kesehatan melakukan tiga tahap dalam pembinaan kesehatan jemaah haji.
“Mulai dari sebelum mereka memasuki fase keberangkatan, pada masa keberangkatan, dan pada pada saat mau terbang. Kemudian pada saat menjalankan ibadah serta kepulangan akan kita pantau,” ujar Plt Kepala Dinkes Provinsi Kalsel.
Jemaah haji lansia atau prioritas pada Embarkasi Haji Banjarmasin sendiri mencapai 60 persen, sebab daftar tunggu haji yang begitu lama.

Plt Kepala Dinkes Provinsi Kalsel Muhammad Muslim. Foto : wanda
Baca juga: Gelombang Kedua Embarkasi Banjarmasin Dimulai, Kloter 7 Terbang ke Jeddah Langsung Kenakan Ihram
Dalam proses pemeriksaan kesehatan, katanya, salah satu faktor resiko itu adalah usia. Kemudian beberapa penyakit yang ditemukan sebagian besar adalah hipertensi.
“Tentunya faktor itu kita kelompokkan, terkait risiko ringan sedang ataupun berat. Ini akan berkaitan dengan pendampingan para petugas. Petugas memetakan mana yang menjadi perhatian lebih, mana yang perlu didampingi dan selalu diingatkan,” jelas dia.
Peran petugas haji, kata Muslim, harus memberikan edukasi dan memastikan agar kelompok beresiko itu mengutamakan ibadah wajib terlebih dahulu.
“Jangan memporsir tenaga sebelum masa haji,” ingatnya.
Baca juga: 17 Mei Hari Buku Nasional, Ini Sejarah dan Sosok di Balik Harbuknas
Sementara itu, salah satu jemaah haji asal Rantau, Kabupaten Tapin, Jamiah Ardi mengaku mendapatkan pelayanan yang baik sebagai jemaah prioritas di Embarkasi Haji Banjarmasin.
“Baik pelayanannya, tadi diperiksa penyaki tidak banyak, tidak ada keluhan,” aku Jamiah Ardisalah satu jemaah haji prioritas.
Perempuan berumur 70-an tahun ini sudah setor berangkat haji sejak umur 53 tahun hingga akhirnya bisa berangkat pada musim haji tahun 2025 ini.
“Umur 70-an, karena umur 53 tahun mulai setor, senang himung, kada lawan siapa-siapa, sendiri aja berangkat,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
PUPR PROV KALSEL1 hari yang laluSetelah 35 Tahun, Rumah Jabatan Gubernur Kalsel Direhab Total
-
HEADLINE2 hari yang laluVonis 12 Tahun ‘Penjagal’ Mahasiswi ULM, Lebih Ringan dari Tuntutan
-
Kabupaten Banjar1 hari yang lalu2 Pelajar Kabupaten Banjar Raih Juara Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan Tingkat SMP Se-Kalimantan Selatan
-
HEADLINE2 hari yang laluSolar Langka di Kalsel Sopir Truk Menderita, Dilarikan ke Tambang
-
PTAM INTAN BANJAR1 hari yang laluPTAM Intan Banjar Sesuaikan Jam Kerja Kantor Pelayanan, Ini Penjelasannya
-
HEADLINE3 hari yang laluSekolah Jurnalisme Warga: Masyarakat Adat Meratus Bersuara Nasib Mereka





