Kota Banjarmasin
Pelaku UMKM Banua Terpinggirkan, Ini Solusi dari Ketua DPD Hipmikindo Kalsel
KANALKALIKANTAN.COM, BANJARMASIN – Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Mikro Kecil Indonesia (Hipmikindo) Kalimantan Selatan (Kalsel) Sutjipto prihatin melihat nasib pelaku UMKM yang ada di Banua.
Ketika dihantam pandemi Covid-19, Sutjipto mengatakan banyak pelaku UMKM yang berada di titik terendah hingga sampai gulung tikar.
Meskipun saat ini pelaku UMKM di Kalsel sudah mulai bangkit kembali dengan melihat peluang yang ada pasca pandemi. Namun, beberapa permasalahan yang sering dialami pelaku usaha Banua di antaranya terkait permodalan dan pemasaran produk.
Dikatakan Ketua DPD Hipmikindo Kalsel, konsumen atau masyarakat di Kalsel saat ini lebih menyukai produk bermerek, dari pada produk lokal UMKM. Berbeda dari beberapa daerah lain, produk lokal lebih diminati konsumen.
Baca juga: May Day di Banjarmasin, Mahasiswa Sentil Kerusakan Jalan Nasional Km 171 Tanbu
Sutjipto memberikan contoh seperti di Kota Yogyakarta, produk lokal lebih ditonjolkan daripada produk luar. Sehingga pelaku UMKM di sana dapat memasarkan produknya dengan percaya diri.
“Kita harus bikin seperti di Jogja, branding merek lokal milik UMKM,” katanya kepada Kanalkalimantan.com, Senin (1/5/2023) siang.
Dia juga menyebut pelaku UMKM di Kalsel saat ini banyak yang mengalami permasalahan kredit macet karena karena tak bisa mengatur keuangan.
Menurutnya karena selama ini modal usaha hanya langsung digelontorkan ke pelaku UMKM tanpa adanya pembinaan ataupun monitoring. Maka menurutnya, dibutuhkan mentor untuk membina pelaku UMKM.
Melihat fenomena itu Sutjipto pun memberikan beberapa solusi, diantaranya pembinaan pelaku UMKM harus dilakukan secara kontinyu oleh seorang mentor yang berpengalaman.
“Bukan dengan cara memberikan (dana) langsung kepada pelaku UMKM, tetapi harus ada mentornya,” ujarnya.
Baca juga: DPRD Pulang Pisau Gelar Paripurna Penyampaian Rekomendasi LKPj
Selain itu, permodalan pelaku UMKM menurutnya juga harus dilakukan secara syariah yaitu yang sesuai dengan panduan syariat agama Islam.
“Paling mudah melalui koperasi syariah,” kata Ketua Hipmikindo Kalsel 2022-2027 ini.
“Yang perlu dilakukan tindakan riil, kita tonjolkan UMKM dan kita harus sediakan tempat menjual produk mereka,” tutup Sutjipto. (Kanalakalimantan.com/rizki)
Reporter: rizki
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang lalu“Meracik Masa Depan Banua” dari Hilirisasi Perkebunan Kopi di Tanah Banjar
-
HEADLINE2 hari yang lalu22 Jembatan Merah Putih Presisi di Kalsel Rampung Dibangun
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluTMMD ke-129 Kodim 1011/Kapuas di Bandar Raya Berakhir
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluJelang HUT Ke-81 RI, Gotong Royong Bersihkan Kawasan Stadion Panunjung Tarung
-
DPRD KAPUAS2 hari yang laluKomisi I DPRD Kapuas Konsultasi Soal Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu
-
HEADLINE1 hari yang laluSalat Jumat Perdana di Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari





