Kabupaten Banjar
Upaya Menyambung Kelistrikan ULD di Banua Riam dengan Sistem Barito
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Menghadirkan listrik hingga ke pelosok negeri, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (PLN UIW Kalselteng) berupaya mewujudkan keadilan energi untuk seluruh masyarakat.
PLN UIW Kalselteng mengupayakan transformasi sistem kelistrikan PLTD isolated menjadi interkoneksi dengan grid Sistem Barito pada Unit Listrik Desa (ULD) Banua Riam, di Desa Banua Riam, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar.
Saat ini ULD masih mengoperasikan mesin diesel yang mampu membangkitkan daya listrik sebesar 300 KW. Mencukupi kebutuhan listrik sebanyak 285 pelanggan hanya 12 jam setiap harinya.

Baca juga: Juli-September Diprediksi Kemarau, BPBD Banjarbaru Mulai Ambil Langkah Antisipasi Karhutla
General Manager PLN UIW Kalselteng, Tonny Bellamy menjelaskan, untuk mengubah sistem isolated pada ULD Banua Riam diperlukan pembangunan Jaringan Tegangan Menegah (JTM) untuk menembus hutan.
“Untuk grid ULD Banua Riam dengan sistem interkoneksi Kalimantan diperlukan pembangunan JTM sepanjang 16,9 kilometer sirkuit (kms) menembus hutan Aranio. Ini menjadi tantangan bagi PLN karena harus melewati kontur medan berat yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan naik turun bukit,” tutur Tonny.
Ia berharap setelah grid ULD Banua Riam tersambung dengan Sistem Barito nanti, masyarakat Desa Banua Riam dapat menikmati dan memanfaatkan listrik selama 24 jam setiap harinya.
Selanjutnya PLN juga melakukan efisiensi bahan bakar solar 186.222 liter per tahun, atau setara dengan Rp897Juta.
PLN menargetkan JTM yang membentang di Desa Banua Riam ini semoga dapat selesai dibangun pada bulan Desember tahun 2021.
“Kami berharap dukungan dan doa dari masyarakat dan pemerintah daerah dapat terus kami terima agar pembangunan ini berjalan lancar dan JTM sepanjang 16,9 kms ini dapat selesai sesuai target untuk segera memberikan manfaat bagi masyarakat luas, khususnya di Desa Banua Riam,” jelas Tonny.
Baca juga: Tak Menunggu Lama, Pelaku Penodongan di Dua ATM di Banjarmasin Berhasil Diringkus!
Tonny menyampaikan selain ikut mendorong perekonomian setempat, semoga nantinya program ini akan menaikan rasio desa berlistrik di Provinsi Kalimantan Selatan.

Diketahui rasio elektrifikasi di Kalimantan Selatan saat ini mencapai 99,99 persen, dengan pencapian yang hampir mencapai seratus persen tersebut.
Dalam hal ini PLN terus berupaya untuk memaksimalkan supaya listrik dapat dinikmati 24 jam sampai ke pelosok Kalimantan Selatan.
“Sesuai mandat yang diberikan kepada PLN, kami terus berupaya agar semua desa bisa menikmati listrik. Tentunya dengan menghadirkan listrik semoga dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, serta pendidikan bagi anak-anak menjadi lebih baik,” pungkas Tonny. (kanalkalimantan.com/dewi)
Reporter : dewi
Editor : kk
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluSetelah 35 Tahun, Rumah Jabatan Gubernur Kalsel Direhab Total
-
Kabupaten Banjar3 hari yang lalu2 Pelajar Kabupaten Banjar Raih Juara Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan Tingkat SMP Se-Kalimantan Selatan
-
HEADLINE3 hari yang laluSolar Langka di Kalsel Sopir Truk Menderita, Dilarikan ke Tambang
-
PTAM INTAN BANJAR3 hari yang laluPTAM Intan Banjar Sesuaikan Jam Kerja Kantor Pelayanan, Ini Penjelasannya
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluDirjen Bina Marga Kementerian PU Monitoring Jembatan Pulaulaut
-
HEADLINE2 hari yang laluMafia BBM ‘Larikan’ Solar ke Tambang, Sopir Angkutan Logistik Berteriak





