Kota Banjarbaru
34 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Banjarbaru, Ini yang Dilakukan DP3APMP2KB
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru kampanyekan cara pencegahan perilaku kekerasaan perempuan dan anak bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kampanye dilakukan guna mengatasi angka kenaikan kasus kekerasan pada perempuan dan anak yang setiap tahun kerap terjadi dan menjadi menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama.
Kampanye pencegahan kali ini dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) Kota Banjarbaru dengan menggandeng narasumber dari Kepolisian Resor Banjarbaru, Kementerian Agama, dan psikolog.
Baca juga: Bikin dan Perpanjangan Paspor Kini Bisa di Mal Pelayanan Publik Banjarbaru
Para nara sumber memberikan sosialisasi sekaligus cara mencegah perilaku kekerasaan perempuan dan anak di lingkungan keluarga, sekolah, dan dunia usaha.
Peserta sosialisasi merupakan 50 orang dari organisasi wanita dan 72 orang dari siswa dan siswi berlangsung di aula Linggangan DPRD Kota Banjarbaru, Rabu (16/7/2025) siang.

Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby membuka resmi kegiatan mengatakan fakta tentang kasus kekerasaan perempuan dan anak yang masih terjadi di lingkungkan rumah, sekolah dan ruang publik tidak bisa diabaikan.
“Kekerasan perempuan dan anak yang masih terjadi di lingkungan rumah, bahkan ruang publik ini adalah fakta yang ada dan tidak bisa diabaikan,” ujar Wali Kota Banjarbaru Lisa Halaby.
Mengatasi PR ini, katanya, Pemko Banjarbaru berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan yang aman ramah bagi perempuan dan anak. Namun, peran pemerintah ini saja tidak cukup untuk mencegah dan menekan terjadinya kasus kekerasan.
Baca juga: Sekda HSU: Aset Desa Harus Dikelola dengan Baik
“Kampanye ini bukan hanya tugas dari pemerintah, utamanya keluarga, segala lini bisa mencegah dengan memberikan pengawasan lebih kepada anak-anak dan perempuan untuk bebas dari tindak kekerasan,” ungkapnya.
Kepala DP3APMP2KB Kota Banjarbaru, Erma Epiyana menyebutkan, sampai Juni 2025 pihaknya mencatat 34 kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak.
“Sekarang ini di Kota Banjarbaru per Juni 2025 ada terjadi beberapa kasus. Ada 12 kasus yang terjadi terhadap perempuan dan 22 kasus yang terjadi pada anak,” sebut Erma Epiyana.
Melalui kampanye ini, dirinya berharap menjadi salah satu upaya mencegah terjadinya kekerasan pada perempuan dan anak.
Baca juga: Hutan Desa Tambak Sari Panji Wakil Kalsel Lomba Wana Lestari KLH RI
Serta menjadikan perhatian kepada lapisan masyarakat untuk lebih peduli terhadap pencegahan kekerasaan perempuan dan anak.
“Kita juga melaksanakan giat-giat kampanye ini ke sekolah maupun di kelurahan-kelurahan setempat,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluUnjuk Rasa Mahasiswa di Rumah Banjar Cuma Satu Wakil Rakyat Muncul
-
HEADLINE2 hari yang laluDemo Tolak Pilkada Melalui DPRD di Banjarmasin Diwarnai Ricuh
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluPCNU Alabio Salurkan Bantuan Korban Banjir di Desa Pondok Babaris
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluRepresifitas Aparat saat Unjuk Rasa Mahasiswa di Rumah Banjar
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPemkab Kapuas Siapkan Data dan Regulasi Dukung Program 3 Juta Rumah
-
Infografis Kanalkalimantan3 hari yang laluHari Dharma Samudera: Mengenang Pertempuran Heroik 15 Januari 1962



