Kanal
Wisata Religi Masih jadi Andalan Disbudpar Banjar
Maka itu, masyarakat di sekitar Kubah Sekumpul, disarankan untuk memberikan penginapan pada peziarah yang tidak tertampung di penginapan. Mengingat Disbudpar tidak bisa mengotal-atik fasilitas, sarana dan prasarana di sekitar lokasi haul, karena kebanyakan dikelola oleh pribadi.
”Tapi untuk jalan, parkir dan sebagainya, kami bekerja sama dengan Dishub. Polisi dan Kodim juga kami libatkan untuk pengamanan sebelum atau sesudah acara haul diselenggarakan,” katanya.
Untuk lebih mengenalkan dan mempromosikan wisata religi ini, Disbudpar telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Pariwisata serta Disbudpar Provinsi. Hal itu terbantu dengan adanya bidang pemasaran yang ada di Disbudpar Kabupaten Banjar.
”Jadi mereka (bidang pemasaran) yang bertugas untuk memperkenalkan produk-produk pariwisata di Kabupaten Banjar ini secara lebih luas,” lugasnya.
Terkait pendapatan dari sektor pariwisata, Faizal mengaku tidak bisa mengelola dan memberikan secara langsung. Namum dampak kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan destinasi pariwisata bisa digunakan untuk menyumbang PAD (Pendapatan Asli Daerah).
”Contohnya parkir. Yang menarik kan dishub, hotel-hotel atau penginapan yang penuh di Kabupaten Banjar dan sekitarnya, yang menarik pajaknya Dispenda. Begitu juga rumah makan dan sebagainya ditarik 10 persen untuk retribusi daerah,” pungkasnya.***
-
HEADLINE2 hari yang laluPemprov Kalsel – Pemkab Banjar Percepat Pembangunan Bendungan Riam Kiwa
-
Kalimantan Timur3 hari yang laluRayap Besi Tewas Duel dengan Penjaga Malam di Samarinda
-
HEADLINE2 hari yang laluSekolah Jurnalisme Warga: Masyarakat Adat Meratus Bersuara Nasib Mereka
-
Lifestyle2 hari yang laluTinggal Selangkah Lagi! Siapa yang Tersingkir di TOP 3 Indonesian Idol?
-
Kriminal2 hari yang laluPengeroyokan di Sungai Malang, Tiga Orang Ditangkap Polisi
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang lalu80 Peserta Ikuti Bimtek BIM yang digelar Dinas PUPR Kalsel





