Connect with us

Kabupaten Hulu Sungai Utara

Tiga Atlet HSU Sumbang Medali untuk Kalsel, Satu di Antaranya Raih 2 Perak Sekaligus

Diterbitkan

pada

Atlet asal HSU kembali sumbangkan medali untuk Kalsel pada ajang PON XX Papua 2021 Foto: ist/humas hsu

KANALKALIMANTAN.COM, AMUNTAI– Tiga atlet asal Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang mewakili Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil meraih medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021.

Menyusul Halida Ulfah yang meraih medali perunggu nomor 20.000 meter jalan cepat putri cabor atletik, kini giliran Noor Hidayatullah yang meraih dua medali perak sekaligus yakni pada nomor 8ball double putra dan pada nomor 9ball double putra cabor Billyard.

Selain itu, medali perak juga disumbangkan Padli Yanor pada cabang olahraga dayung, di nomor kayak 4 jarak 500 meter.

Atlet biliar asal HSU Noor Hidayattullah yang berpasangan dengan Arun berhasil meraih dua medali perak di PON XX Papua 2021 dalam pertandingan terakhir di GOR biliar SP 5 Papua pada, Senin (11/10/2021) lalu.



 

Baca juga : Irigasi Riam Kanan Dikeringkan, Berkah Warga Pencari Ikan

Ganda putra Arun/Noor Hidayattullah perwakilan dari Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ini, harus menjadi runner up di nomor 8 ganda putra usai takluk dari pasangan perwakilan Jambi.

Sedangkan medali perak berikutnya didapatkan keduanya saat bertemu di final dengan Rudy Susanto dan Erwin Kurniawan pasangan ganda putra nomor bola 9 perwakilan Jawa Timur.

Meski hanya meraih medali perak dalam ajang ini, Hidayattullah mengaku bersyukur dirinya mampu meraihnya di dua pertandingan berbeda sekaligus.

“Alhamdulliah, terima kasih banyak kepada pembina dari Kabupaten Hulu Sungai Utara dan doa dukungan dari seluruh warga HSU, karena tanpa dukungan dari mereka mungkin tidak akan sampai kesini (PON Papua),” kata Hidayattullah saat dihubungi, Jumat (15/10/2021).

 

Baca juga : Tiba di Martapura Anugerah Kalpataru 2021 Diarak Menuju Mahligai Sultan Adam

Ia menuturkan keikutsertaannya pada ajang olahraga bergengsi PON ini, pertamakali mulai pada tahun 2008 dengan mendapatkan medali perak.

“Rezeki mungkin belum sampai ke medali emas, tinggal selangkah lagi mendapatkan,” imbuhnya.

Faktor kendala pandemi Covid-19 menjadi salah satu penyebab, Hidayuttullah mengatakan dari segi kesiapan masih belum siap dikarenakan di awal pandemi tahun lalu berbagai latihan dan pertandingan biliar terhenti.

“Sempat satu tahun tidak ada pertandingan nasional dikarenakan Covid-19.” katanya.
Dirinya berharap kedepannya cabor biliar lebih efektif dalam melakukan pembinaan latihan dengan mengikuti berbagai pertandingan dari tingkat daerah hingga nasional.

“Karena olahraga biliar ini perlu jam terbang yang tinggi, kalau kita jarang latihan otomatis kualitas pukulan (menyodok bola) menurun,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/dew)

Reporter : dew
Editor : cell


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->